Era AI Makin Canggih, 4 Kemampuan Manusia Ini Tak Boleh Hilang
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Ilustrasi Perempuan Hamil/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Perempuan yang menjalani operasi caesar seringkali diiringi dengan pengalaman traumatis.
Sejumlah pemicunya adalah tak ditemani suami atau pendamping, menghadapi ruang operasi sendirian, atau rasa nyeri pascaoperasi caesar yang membuat banyak ibu merasa dilema saat akan melahirkan anak kedua.
Terlebih, banyak mitos mengatakan operasi caesar kedua, ketiga dan seterusnya yang dijalani oleh ibu, akan terasa lebih nyeri dibandingkan pengalaman pertama mereka.
Tentu saja, hal ini menjadi ketakutan tersendiri bagi banyak perempuan. Namun, tahukah Anda jika rasa nyeri pascaoperasi caesar setiap orang sebenarnya berbeda-beda?
Baca juga: Mudah, Begini Cara Membersihkan Sedotan Reusable Berbahan Stainless Steel
Ya, hal inilah yang disampaika Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obstetri dan Ginekologi) dr. Rizal Fitni Sp. OG dalam akun TikToknya.
Menurut dokter yang juga kerap membagikan konten kesehatan melalui kanal YouTube miliknya ini, secara logika, rasa nyeri pascaoperasi caesar kedua berisiko terasa lebih nyeri dibandingkan yang pertama.
"Karena yang pertama kan belum ada jaringan parut, jadi masih smooth. Ketika kita buka dan jahit, itu tidak terlalu nyeri."
"Nah untuk yang kedua, ketiga dan seterusnya kan kita membuka jaringan parut. Jadi kulit dan organ di sekitarnya terasa lebih kaku, sehingga saat bagian tersebut bergerak pascaoperasi caesar akan lebih terasa," jelas dia seperti yang dikutip Suara.com, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Mudah kok, Begini Cara Mengatasi Jerawat pada Remaja
Tapi yang. perlu menjadi perhatian adalah, tidak semua ibu yang melahirkan secara caesar merasa seperti itu.
Menurut dia, ada banyak faktor yang memengaruhi seperti, pertama, faktor gizi. Saat gizi ibu baik, tentu pemulihan akan lebih cepat, sehungga rasa nyerinya juga lebih cepat hilang.
Kedua merupakan faktor mental. Kata dokter yang praktik di Rumah Sakit Airlangga Jombang, Jawa Timur, psikis ibu juga memengaruhi rasa nyeri pascaoperasi caesar yang dirasakan.
"Kadang-kadang psikisnya nih berpengaruh. Jadi kalau ibu yang dari awal sudah takut sakit, takut nyeri, takut gerak, itu efek pascaoperasinya memang akan lebih lama bertahan dibandingkan dengan ibu yang memiliki mental yang sudah siap," tambah dia.
Hal lainnya adalah faktor obat-obatan yang digunakan. Ia mengungkap, jika semakin baik obat yang digunakan, makan rasa nyeri juga akan semakin berkurang. Meski begitu, dr. Rizal mengatakan ini kembali lagi ke mental masing-masing pasien.
Pada faktor keempat ada ambang rangsang nyeri yang dimiliki setiap orang yang berbeda-beda. Sehingga, rasa nyeri antara operasi pascacaesar pertama dengan kedua dan seterusnya, memang tidak sama satu dengan yang lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.