PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Ibu yang sedang menyusui harus memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Saat menyusui, asupan yang Anda konsumsi bukan hanya untuk tubuh Anda sendiri, tapi juga untuk Si Kecil.
Melansir dari Healthshots, Dr Amodita Ahuja, konsultan dokter kandungan, ginekolog, dan ahli bedah laparoskopi serta spesialis infertilitas menyatakan bahwa ASI mudah dicerna oleh bayi baru lahir, yang merupakan keuntungan besar.
Namun terkadang makanan yang dikonsumsi ibu dapat menentukan kuantitas dan kualitas ASI beserta rasanya. Dalam hal ini, berikut beberapa makanan yang perlu Anda hindari saat menyusui, antara lain:
1. Makanan yang mengandung gas
Beberapa makanan yang dapat menghasilkan gas adalah brokoli, kubis, kacang-kacangan seperti rajma, buncis, buncis hitam, lentil, kacang tanah, kentang, dan jagung.
"Juga, sebelum mengecualikan makanan seperti itu dari diet ibu, penting untuk mengesampingkan bahwa bayi tidak terlalu banyak menghirup udara saat menyusui," saran Dr Ahuja.
2. Makanan kaya kafein
Sumber kafein yang paling umum adalah teh, kopi, dan minuman ringan. Kafein ditransfer ke bayi melalui ASI, biasanya kurang dari 1 persen dari konsumsi harian kafein. Namun masalahnya dimulai ketika kafein mulai menumpuk di tubuh bayi.
Jika ibu mengonsumsi lebih dari lima cangkir kopi sehari. Hal ini dapat menyebabkan stimulasi kafein.
3. Alkohol
Sangat ideal untuk menghindari alkohol sepenuhnya selama menyusui. Alkohol masuk ke dalam ASI dan dapat membuat bayi mengantuk serta kelelahan.
4. Vitamin larut lemak
Semua vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan D dapat terkonsentrasi dalam ASI dan dapat menyebabkan keracunan pada bayi.
"Karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen, hanya jika Anda kekurangan vitamin. Dan dosis yang dianjurkan dalam kasus seperti itu tidak lebih dari 1200-1300mcg/hari,” saran Dr Ahuja.
5. Hindari paparan merkuri
Jenis ikan tertentu yang tinggi kandungan merkuri seperti king mackerel, swordfish, shark, dan tilefish. Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, dapat menyebabkan keracunan merkuri pada beberapa bayi, menunda kemampuan kognitif dan psikomotorik mereka. Namun Anda bisa konsumsi 2-3 porsi per minggu dari berbagai jenis ikan seperti sarden, kepiting, cumi-cumi, lobster, dan salmon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Imigrasi menolak 9.394 paspor sepanjang Januari-Juli 2026 karena terindikasi TPPO dan pekerja migran ilegal.
Dua perkara pelanggaran miras dan minuman oplosan di Bantul diputus dengan total denda Rp16 juta. Barang bukti turut dimusnahkan.
Harga oli Pertamina Lubricants naik rata-rata 17% sejak Juni 2026 akibat kenaikan biaya produksi dan tekanan nilai tukar.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.