Band Modern Rock 24 Degrees Rilis EP Perjalanan
Band modern rock asal Jogja, 24 Degrees, meluncurkan minialbum atau extended play (EP) berjudul Perjalanan yang bermaterikan lima lagu.
Seniman Djoko Pekik (tiga dari kanan) saat melihat karya Sohieb Toyaroja (kanan) dalam pameran Semar Ngruwat Jagad di Jogja Gallery, Rabu (2/6/2021). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA—Pelukis ekspresif Sohieb Toyaroja menggelar pameran tunggal di Jogja Gallery mulai Rabu (2/6/2021) sampai Selasa (8/6/2021). Selama sekitar sepekan itu, Sohieb menyuguhkan sedikitnya 27 karya bermedium cat minyak di atas kanvas.
Sama dengan pameran tunggalnya di Jakarta pada akhir Mei 2021, Sohieb mengangkat tema Semar Ngruwat Jagad dalam agendanya di Jogja kali ini. Semar dijadikan refleksi rasa Sohieb menyikapi zaman yang terjadi sekarang.
“Bagi saya, semar itu imajinasi. Imajinasi ini lebih menggambarkan rasa,” tuturnya selepas pembukaan pameran di Jogja Gallery, Rabu. Jogja lantas dipilih sebagai lokasi pameran karena dianggap sebagai kota yang sangat dekat dengan perwujudan seorang semar dalam dunia wayang.
Dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, tamu-tamu undangan mesti menjalani uji usap antigen sebelum masuk ke ruang pameran. Mereka yang hadir dalam pembukaan antara lain Kepala Dinas Pariwisata DIYSinggih Raharjo, kurator Suwarno Wisetrotomo serta kolektor Oei Hong Djien.
Singgih menilai tema Semar Ngruwat Jagad sangat sesuai dengan kondisi sekarang di masa pandemi ini, ketika semuanya mesti berawal lagi dari nol. Identik dengan meruwat yang jadi momentum mengawali lagi semuanya dari diri yang bersih.
Bagi Suwarno, Semar itu seorang tokoh tradisional tetapi selalu relevan di setiap zaman. Pameran jadi media untuk refleksi karena meruwat jagad tidak mungkin tercapai kalau diri sendiri tidak diruwat.
Meruwat jagad yang penuh rintangan membutuh diri yang bersih. “Semar sosok fiktif tapi nyata. Dalam kosmologi Jawa itu nyata. Kalaupun itu fiksi, nilai-nilai dari seorang Semar itu yang penting,” ucapnya.
Sohieb dinilai melukis sosok dan wajah Semar yang dihasratkan sebagai media untuk melantunkan doa-doa bagi semesta agar aman, damai, sentosa dan selamat bagi penghuninya. Karya-karya Sohieb bertema Semar jadi untaian harapan untuk perbaikan diri maupun semesta.
Selepas acara pembukaan, Sohieb mendapat kunjungan istimewa ketika seniman Djoko Pekik tiba-tiba datang. Tak ayal, Sohieb langsung mendampingi seniman senior itu menikmati lukisan-lukisan semar. “Semar semua ya...,” ucap Djoko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aldila Sutjiadi juara Bad Homburg Open 2026 bersama Vera Zvonareva usai menang di final, menjadi modal menuju Wimbledon.
Hadeging Pakualaman ke-214 menghadirkan kethoprak sejarah Pakualaman, Pasar Sewandanan, Festival Jathilan, dan puluhan UMKM.
Gus Miftah dan Gus Yusuf Macul Langit mengisi pengajian di Bantul untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pinjol, judol, dan investasi ilegal.
Kekeringan Jawa Tengah melanda Klaten, Pemalang, dan Boyolali. Ribuan warga terdampak, BNPB salurkan bantuan air bersih.
Menkop Ferry Juliantono mematangkan model bisnis Koperasi Merah Putih. Ribuan gerai telah rampung dan disiapkan menyalurkan barang subsidi.