FIFA Rilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026, Messi hingga Mbappe Masuk
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Vaksinasi Covid-19 bekerja dengan mengenalkan sistem imun tubuh terhadap virus untuk membentuk antibodi. Harapannya, antibodi tersebut bisa melindungi tubuh ketika virus yang sama kembali menginfeksi di kemudian hari.
Lalu, bagaimana dengan ibu hamil yang pernah terinfeksi Covid-19? Bukankah di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi? Perlukah anak dan ibu kembali mendapatkan vaksinasi lanjutan?
Menjawab pertanyaan ini, Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Padjajaran (UNPAD) Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana Prawira-Kartasasmita, Sp.A., M.Sc, mengatakan memang ada kemungkinan ibu menurunkan antibodi yang dimilikinya ke anak.
"Ada yang namanya maternal immunity, tapi jumlahnya sangat sedikit. Misalnya pada penyakit influenza, perlindungannya hanya 3-6 bulan. Atau pada campak, cuma sampai 9 bulan. Makanya kalau anak itu wajib dapat imunisasi campak lagi di usia 9 bulan," ungkap Prof Cissy, dalam webinar SuaraLive Menyongsong Vaksin Covid-19 untuk Anak-anak, Jumat (28/5/2021).
Karena jumlah perlindungan yang masih sedikit dan belum maksimal, maka Prof Cissy mengatakan perlu ada suntikan imunisasi tambahan sebagai dosis penguat.
Baca juga: Varian Baru Covid-19 Dicurigai Masuk Sleman
"Sesudah lahir nanti [anaknya] juga perlu. Memang belum ada penelitiannya tapi mungkin cuma butuh satu kali. Sama untuk ibunya juga minimal satu kali karena di dalam tubuhnya sudah ada proteksi, walaupun sedikit," tambahnya lagi.
Menurut Prof Cissy, anak memang bukan termasuk ke dalam kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Selain risiko penularan yang rendah, angka kematiannya pun jauh lebih kecil daripada kelompok usia lain.
Meski begitu ia menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19 tetap dilakukan. Apa alasannya?
"Vaksinasi anak dapat membantu mencegah transimisi virus dan mencapai herd immunity, yakni 70 persen populasi sudah memiliki antibodi," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
KPK menggeledah dua rumah pribadi Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini setelah memeriksa pendopo dalam penyidikan dugaan suap dan gratifikasi.
Kemenperin optimistis penjualan mobil nasional pada 2026 dapat melampaui target 850.000 unit dan kembali mendekati 1 juta unit seiring pertumbuhan produksi dan
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
Isu pengadaan kipas angin Rp1,8 triliun untuk Kopdes Merah Putih masih dipertanyakan. Agrinas, Menkeu, dan Menkop buka suara.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.