Era AI Makin Canggih, 4 Kemampuan Manusia Ini Tak Boleh Hilang
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Tas Wanita. Jika sudah suka dengan satu tas, Anda biasanya cenderung menggunakan tas yang sama berturut-turut. /Hermes
Harianjogja.com, JAKARTA - Akibat pandemi Covid-19, orang menjadi lebih banyak beraktivitas di dalam rumah dan jarang bepergian. Akibatnya, banyak barang-barang yang biasanya dipakai bepergian kini harus teronggok di almari.
Koleksi tas kulit yang jarang dipakai dan menumpuk di lemari tetap harus dirawat secara baik agar tetap awet dan siap dipakai ketika Anda akhirnya bisa bepergian.
Dikutip dari siaran resmi Your Bag Spa, hal pertama yang harus diperhatikan adalah mengenali bahan tas. Tas berbahan kulit bisa mengalami beberapa masalah, seperti tekstur kering atau pecah-pecah, warna yang memudar dan terkena jamur. Simak kiat di bawah ini agar tas tetap awet, kinclong dan terhindar dari jamur.
Hindari penggunaan air, kayu putih, alkohol, cuka, tisu basah, cairan disinfektan atau deterjen baju untuk membersihkan tas kulit karena dapat merusak bahan kulit. Gunakan lotson khusus bahan kulit yang aman untuk membersihkan tas.
Silica gel pack berguna untuk menyerap kelembapan ruangan sehingga baik untuk diletakkan di dekat tas atau sepatu kulit. Namun, Anda juga harus memperhatikan usia pemakaiannya. Banyak yang tidak mengetahui bahwa silica gel mempunyai usia pemakaian 2-4 minggu. Oleh karena itu, ganti silica gel secara berkala untuk menghindari jamur karena lemari yang lembap. Selain itu, gunakan dustbag untuk melindungi tas dan sepatu dari debu halus yang lama kelamaan dapat sulit dibersihkan.
Sinar matahari yang terus menerus menyinari tas atau sepatu secara langsung atau tidak langsung dapat merusak tekstur bahan kulit dan menjadikannya pecah-pecah. Banyak yang juga sering lupa bahwa sinar matahari juga bisa masuk lewat jendela dan secara tidak langsung dapat mengarah dan merusak tas atau sepatu. Oleh karena itu, simpan tas dan sepatu di tempat yang jauh dari sinar matahari.
Bag pillow akan menjaga struktur bentuk tas saat penyimpanan. Anda juga dapat menggunakan handuk atau selimut lembut untuk alternatif. Namun, hindari penggunaan kertas koran karena tintanya dapat menempel di bagian dalam tas.
Jika sudah suka dengan satu tas, Anda biasanya cenderung menggunakan tas yang sama berturut-turut. Anda terkadang jadi tidak mengetahui kondisi tas yang lain karena terlalu nyaman dengan satu tas itu. Hal ini akan menyebabkan tidak mengetahui kondisi tas yang lain. Dengan merotasi pemakaian, Anda jadi lebih sadar jika ada tas yang berjamur atau rusak sehingga dapat segera diperbaiki. Selain itu, merotasi tas juga dapat mencegah tas dari jamuran akibat terlalu lama disimpan di dalam lemari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
Inspira Roasters kembali menggelar Mindbrewing #4, ajang tahunan menjadi wadah edukasi dan diskusi bagi coffee enthusiasts hingga pelaku industri kopi nasional
Komisi XIII DPR akan memeriksa Lapas Cibinong untuk mencocokkan data dan menindaklanjuti perbedaan temuan Ombudsman dan Kemenimipas.
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.