BGN Tegas! SPPG Tanpa Sertifikat Higiene Terancam Disetop
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Perempuan yang sedang hamil harus menjaga asupan makanannya, karena akan berdampak pada kesehatan ibu dan juga bayi.
Di masyarakat sendiri masih sedikit informasi makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan selama hamil.
Salah satu yang sering ditanyakan ialah gorengaan. Lantas, bolehkah ibu hamil mengonsumsi gorengan?
Menurut Dokter Kandungan dr. Ivander Ramon Utama F.MAS, Sp. OG, MSc, ibu hamil boleh saja mengonsumsi gorengan.
“Semua jenis makanan itu boleh buat perempuan hamil. Tapi komposisinya yang kurang, seperti kebanyakan karbohidrat. Kalau terlalu berlebihan, itu tidak bagus,” ungkapnya dikutip dari Suara.com, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Ini Sejumlah Gejala Kolesterol Tinggi Mengarah pada Stroke & Jantung
Ia mengatakan, mengkonsumsi gorengan bagi perempuan hamil tidaklah masalah. Tetapi komposisinya yang perlu diatur.
“Sama sekali nggak masalah, cuma komposisinya aja. Mungkin yang terjadi kenyang iya, tapi gizinya tidak terpenuhi, jadi kalorinya aja. Di sini bukan jumlah makanannya, tapi gorengan boleh kalau satu atau dua saja, dan kalau berlebihan itu yang nggak boleh. Balik lagi, bukan masalah gorengannya, tapi komposisinya,” paparnya.
Ia menambahkan, perempuan hamil perlu meningkatkan diet protein. Karena itu variasi nutrisi yang baik bagi perempuan hamil sangat dibutuhkan.
Baca juga: Konsumsi Vitamin D Cegah Kematian Dini pada Penderita Kardiovaskular
“Biasanya yang kurang dari diet kita itu protein dan kurangnya variasi. Diet nya itu-itu lagi, kayak pagi pake ayam, siang juga, malam juga. Jadi yang harus ditingkatkan kalau lagi hamil, komposisi makanannya perlu variasi cukup 50 persen karbohidrat, sisanya lauk pauk, sayur, sumber serat dari buah-buahan,” jelas dr. Ivander Ramon Utama.
Tambahan, ia memberikan tips yang paling penting bagi perempuan hamil. Bukan kesehatan atau melahirkan saja, melainkan menyiapkan masa depan anaknya.
“Tujuan utama dari suatu kehamilan bukan lahir normal atau sesar saja, tapi mempersiapkan masa depan anak,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.