Rafale Ikut Manuver HUT Ke-81 RI, Punya Kecepatan Mach 1,8
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Ilustrasi/Healthmeup
Harianjogja.com, JAKARTA - Sakit kepala bisa terjadi pada semua orang. Kebanyakan orang memutuskan untuk mengobati gejala mereka tanpa pernah tahu penyebabnya. Namun, dengan menentukan penyebabnya, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko Anda.
Mungkin akan mengejutkan ketika mendengar prakiraan cuaca dapat memicu terjadinya sakit kepala. Peristiwa cuaca buruk dapat memicu sakit kepala, demikian menurut badan kesehatan Inggris NHS.
BACA JUGA : Penelitian: Sakit Kepala Berdenyut-denyut Jadi Gejala Infeksi
"Jika Anda rentan mengalami sakit kepala, Anda dapat menemukan bahwa langit kelabu, kelembapan tinggi, suhu yang meningkat, dan badai semuanya dapat menyebabkan sakit kepala," jelas badan kesehatan tersebut.
Sebagaimana dijelaskan, perubahan tekanan yang menyebabkan perubahan cuaca diperkirakan memicu perubahan kimiawi dan listrik di otak.
"Ini mengganggu saraf, menyebabkan sakit kepala," kata NHS.
Tentu saja, tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk mengubah cuaca.
Namun, dengan melihat ramalan cuaca, Anda dapat memprediksi kapan Anda mungkin mengalami sakit kepala dan memastikan Anda memiliki beberapa obat penghilang rasa sakit yang siap saat Anda mungkin membutuhkannya.
Beberapa faktor gaya hidup terbukti menjadi penyebab sakit kepala.
Misalnya, makan makanan tertentu dapat memicu sakit kepala, jadi menguranginya dapat meredakan sakit kepala.
BACA JUGA : Almarhum Kepala Dinas Sosial Jogja Diduga Tertular Covid
"Bisa jadi hanya satu jenis makanan seperti kacang-kacangan atau alpukat, pisang, keju, coklat, jeruk, ikan haring, produk susu, dan bawang," demikian menurut Harvard Health dilansir dari Times of India.
Selain itu, alkohol juga menjadi penyebab umum sakit kepala.
Penyebab lain yang mungkin termasuk:
1. Hormon
2. Kafein
3. Kurang tidur.
Kapan sakit kepala merupakan tanda dari kondisi mendasar yang serius? Sakit kepala harian kronis mungkin menunjukkan sesuatu yang serius telah terjadi.
Menurut Mayo Clinic, kondisi yang memiliki gejala sakit kepala meliputi:
1. Peradangan atau masalah lain pada pembuluh darah di dalam dan sekitar otak, termasuk stroke
2. Infeksi, seperti meningitis
3. Tekanan intrakranial yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
4. Tumor otak
5. Cedera otak traumatis.
6. Penggunaan obat yang berlebihan juga dapat memicu sakit kepala.
“Sakit kepala jenis ini biasanya berkembang pada orang yang memiliki gangguan sakit kepala episodik, biasanya migrain atau tipe tegang, dan mengonsumsi terlalu banyak obat pereda nyeri,” jelas Mayo Clinic.
"Jika Anda minum obat pereda nyeri - bahkan tanpa resep - lebih dari dua hari seminggu (atau sembilan hari sebulan), Anda berisiko mengalami sakit kepala rebound." papar mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.