Kejurda MMA DIY 2026 Jadi Ajang Cetak Atlet Potensial
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Sejumlah pemuda berfoto bersama dalam launching film pendek Rumah di Atas Pasir. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah film pendek bertajuk Rumah di Atas Pasir dilaunching oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Gerakan Sigap Sosial Kemanusiaan (Gassak) pada Kamis (17/3/2021). Film ini membawa pesan tentang toleransi antarsesama hingga pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di NKRI.
Ketua Umum Gassak Ahmad Fathoni menjelaskan film pendek ini berdurasi 10 menit, dengan waktu produksi sekitar enam yang dikerjakan oleh kalangan profesional di bidang perfilman. Menurutnya judul film Rumah di Atas Pasir memiliki makna yang dalam.
BACA JUGA : Toleransi di Jogja Dinilai Tak Mengakar di Masyarakat
Rumah yang dibangun di atas pasir tentunya akan lebih mudah runtuh, karena tidak memiliki fondasi yang kokoh. Hal ini untuk menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang multicultural dengan beragam latar belakang sehingga butuh suatu fondasi yaitu toleransi demi bersatunya aneka suku, bahasa, dan agama.
"Film yang disutradarai oleh M. Shodiq Sudarti ini mengisahkan tentang seorang yang sering bersikap intoleran. Namun, pandangannya berubah setelah musibah menimpa keluarganya. Sebab, bantuan justru datang dari golongan orang yang selama ini sering menerima perlakuan intoleran darinya,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (18/3/2021).
Ia berharap melalui film tersebut harapannya bisa memberikan pemahaman dan kesadaran bagi masyarakat tentang pentingnya membangun dan memupuk toleransi. Karena tanpa toleransi dikhawatirkan akan muncul anarkisme dan radikalisme.
BACA JUGA : TOLERANSI BERAGAMA : Ini Cara Warga Sorowajan Jalin Toleransi
Lewat media film diharapkan lebih bisa dipahami terutama kalangan anak muda. Ide pembuatan film ini berawal dari semangat dan kepedulian bersama terhadap pentingnya toleransi. Baik toleransi dalam perbedaan agama, suku, ras, maupun perbedaan pendapat. Maka, sangat penting untuk memupuk rasa tolerasi sejak dini.
“Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi atas peran besar TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas menjadi lebih kondusif. Semua elemen bangsa memikul tanggungjawab menjaga toleransi. Hal ini, tidak bisa semata-mata diserahkan pada guru atau orangtua untuk melakukan peran tanggungjawab dalam memupuk toleransi,” ujarnya.
Ketua Aliansi Bela Garuda Totok Ispurwanto yang turut dalam pembuatan film itu sepakat bahwa toleransi harus dipupuk sejak dini karena menjadi aset bagi bangsa agar bisa terus bersatu. Dalam berbagai kesempatan ia berkolaborasi dengan banyak pihak termasuk Gassak untuk melakukan sosialiasi tentang kebangsaan dengan melakukan pencegahan radikalisme dan intoleransi.
“Suasana yang kondusif ini sebaiknya terus kita jaga bersama-sama. Sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan persatuan, kesatuan, agar hidup damai rukun bisa terus terjalin,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejurda IBCA-MMA DIY 2026 di Jogja jadi ajang pembinaan atlet muda dan pencarian bibit potensial menuju level profesional
Cristiano Ronaldo gagal membawa Al Nassr juara AFC Champions League Two 2026 setelah kalah 0-1 dari Gamba Osaka di final.
Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Foolad Sirjan Iranian pada final AVC Men’s Champions League 2026 malam ini di Pontianak.
Manchester City juara Piala FA 2026 usai mengalahkan Chelsea 1-0. Pep Guardiola mencetak rekor baru dan memastikan double winner domestik.
Ramalan zodiak Minggu 17 Mei 2026 memprediksi Pisces jadi zodiak paling beruntung, sementara Aries diminta waspada soal finansial.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.