Warga Diajak Laporkan Pungli Lewat Forum Sapa Warga Magelang
Pemkot Magelang mengajak warga melaporkan pungli melalui forum Sapa Warga untuk memperkuat integritas dan pelayanan publik yang bersih.
tangkapan layar komentar budayawan Sudjiwo Tejo tentang masker transparan.
Harianjogja.com, JOGJA- Di masa pandemi Covid-19, warga diharuskan memakai masker terutama saat keluar rumah. Untuk tujuan mencegah penularan, warga disarankan memakai masker kain.
Memakai masker akan menutup setengah wajah di bagian bawah, yaitu hidung dan mulut. Tentu saja, memakai masker akan menyebabkan wajah tidak terlihat sepenuhnya.
Sebuah produsen masker di Tanah Air membuat inovasi berupa masker transparan. Mereka menamakan Now You See dengan salah satu produknya adalah masker transparan, berbahan thermo plastic. Konsep transparan salah satunya ditujukan agar rupa wajah pemakainya tetap terlihat.
Salah satu tagline produk ini adalah "Sekarang Cantiknya Bisa Keliatan". Tampak salah salah satu foto produk masker tersebut menampilkan masker transparan yang dipakai seorang perempuan yang sedang tersenyum, sehingga senyumnya terlihat.
Namun, rupanya masker transparan ini menggelitik warganet. Hal ini tampak saat poster iklan masker tersebut diunggah oleh budayawan Sudjiwo Tejo. Dalam akun twitternya @sudjiwotejo, ia mempertanyakan konsep cantik yang harus memperlihatkan senyum melalui masker yang transparan.
"Sampai harus diperlihatkan transparan gini?" tanya Sudjiwo Tejo saat mengunggah ulang foto iklan masker transparan tersebut, Senin (11/1/2021).
Sampai harus diperlihatkan transparan gini? FYI: Lelaki sejati ud tahu perempuan itu cantik/tidak hanya dari mata dan keningnya .. bahkan cuma dari bunyi highheel-nya... entah kalau lelaki abal2 https://t.co/uQxpHH578Z
— Jack Separo Gendeng (@sudjiwotedjo) January 11, 2021
Ia juga menambahkan pendapat bahwa seorang pria sejati bisa mengetahui perempuan cantik atau tidak melalui bunyi sepatunya.
"FYI: Lelaki sejati ud tahu perempuan itu cantik/tidak hanya dari mata dan keningnya .. bahkan cuma dari bunyi highheel-nya... entah kalau lelaki abal2," tambah Sudjiwo.
Selanjutnya, ia mengumpamakan masker itu berwarna hitam tidak transparan. Menurutnya, masker itu tidak mengurangi kecantikan pemakainya.
Bahkan menurutnya, dengan memakai masker tidak transparan, kecantikannya lebih imajinatif.
"Coba lihat ini... pakai masker transparan atau tidak tetap tampak cantik. Bahkan dgn masker tidak transparan, kecantikannya lebih imajinatif... iya kan ?" tulisnya.
Coba lihat ini... pakai masker transparan atau tidak tetap tampak cantik. Bahkan dgn masker tidak transparan, kecantikannya lebih imajinatif... iya kan ? pic.twitter.com/l2qHhrp6Kg
— Jack Separo Gendeng (@sudjiwotedjo) January 11, 2021
Pendapat itu didukung oleh sejumlah warganet.
"Kadang memang gitu mbah. Kecantikan, dengan senyum yang tersembunyi, tatapan mata sudah cukup," tulis @koasnonmedis.
"Cantik nya lebih misterius mbah," tambah @yogirafi.
Ada pula warganet yang mengungkapkan masker transparan akan membuat mereka tidak nyaman.
"Nek transparan ngono malah ra nyaman... Kelihatan percikan idu ne mbah [Kalau transparan begitu malah tidak nyaman, Kelihatan percikan ludahnya, Mbah]," tulis akun @oneiwan.
Warganet lain menambahkan. "Nah, aku meh ngomong ngono mas. Nek pas wahing pora langsung ngembun kui [Nah aku mau ngomong begitu Mas. Kalau bersin apa tidak langsung berembun itu]," tulis akun @tq_gayuh.
Meski demikian, seorang warganet mengungkap masker transparan ini bisa berguna untuk tunarungu.
"Masker tsb berguna untuk orang tunarungu, karena selain komunikasi dengan tangan, tunarungu juga memperhatikan gerak bibir supaya lebih memahami apa yg disampaikan," tulis @hedy__.
Nah, kalau kamu, bagaimana pendapatmu tentang masker transparan ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Magelang mengajak warga melaporkan pungli melalui forum Sapa Warga untuk memperkuat integritas dan pelayanan publik yang bersih.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.