Kuatkan Ikatan Alumni, KA FISIP UNS Gelar Ruang Rindu di Jogja
Keluarga Alumni (KA) FISIP Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta menggelar reuni bertajuk Ruang Rindu, di Bale Merapi, Sleman, Minggu (29/6/2025).
Peluncuran dan bedah novel Mengejar Angin Pusar - ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Tepat pada 12 Oktober 2002 Bom Bali I terjadi di Pulau Dewata. Tepat 18 tahun kemudian, tepatnya Senin (12/10/2020), seniman forensik I.B Shakuntala meluncurkan novel dengan judul Mengejar Angin Pusar.
Peluncuran sekaligus bedah novel Mengejar Angin Pusar itu dilaksanakan di Kabar Baik Eatery, Ngabean Wetan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Karya I.B Shakuntala itu ikut dibedah bersamaLexy Rambadeta (jurnalis peliput bom Bali) dan Fajar Nugros (sutradara film).
Novel itu sendiri ditulis dengan latar belakang kejadian yang merenggut ratusan korban jiwa tersebut. “Sebuah kisah yang terpendam hampir dua dasawarsa yang luput dari liputan media massa mana pun. Semoga kali ini Anda tidak meluputkannya,” kata Shakuntala dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (15/10/2020).
Menurut Shakuntala, memisahkan dan menghubungkan adalah kunci dalam hidup ini. Berbahagialah mereka yang sadar bahwa semua materi yang eksis di muka Bumi ini semuanya terhubung, tak terpisahkan. Tuhan, alam, dan manusia adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. “Saya pernah bertanya, apa yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali? Jawabannya adalah Selat Bali. Lalu pertanyaan saya ganti, apa yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali? Jawabannya sama: Selat Bali,” katanya.
Bagi masyarakat di Pulau Bali yang mayoritas memeluk agama Hindu akan lebih memahami hal itu dalam ajaran Tri Hita Karana. Secara pribadi Shakuntala memahaminya sebagai Tri Tunggal. “Jika saya menuliskan nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran itu, maka saya akan kehabisan kata-kata sebab pemahaman manusia terbatas, dan hanya akan terjebak pada definisi-definisi yang tak mudah dipahami. Sains dan teknologi pun tidak sanggup memecahkan misteri terbesar alam, sebab di akhir penelusuran, kita sendiri, manusia adalah bagian dari misteri yang akan dipecahkan. [Max Planch, fisikawan],” ujarnya.
Ruang dan Waktu
Karenanya, Shakuntala menuliskannya dalam bentuk sebuah novel Mengejar Angin Pusar, agar nilai-nilai itu memiliki ruang dan waktu. “Tidak tanggung-tanggung, novel ini saya tempatkan dengan latar belakang peristiwa yang mendunia Bom Bali I.” katanya.
Menurut Shakuntala, dengan membaca novel tersebut pembaca akan memahami mengapa tragedi itu terungkap dalam waktu yang relatif singkat. “Ya, karena yang kelihatan dan tak kelihatan, semua terhubung, memberi tuntunan, melalui misteri-misteri kebetulan yang terbentuk oleh pesan-pesan tersembunyi melalui tanda-tanda alam, interaksi antar manusia, dan campur tangan dewata,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga Alumni (KA) FISIP Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta menggelar reuni bertajuk Ruang Rindu, di Bale Merapi, Sleman, Minggu (29/6/2025).
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.