Demo Ojol Jogja Hari Ini, Berikut Ini Tuntutan Driver Online
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Tangkapan layar penyanyi lagu Panek Diawak Kayo Diurang di akun Youtube. /@Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah lagu Minang bertajuk Panek Diawak Kayo Diurang benar-benar mampu meraih simpati seluruh masyarakat Indonesia. Lagu lokal ini hampir disukai seluruh masyarakat Indonesia karena merdunya suara sang penyanyi. Lagu ini bahkan viral di medsos, terutama TikTok dengan jumlah pemakai suara yang lumayan tinggi dengan viewer jutaan di Youtube.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, lagu yang dibawakan oleh Franz dan Fauziana ini mendapatkan respons yang luar biasa dari penggemar Youtube. Melalui unggahan akun Youtube RW Pro pada April 2020 lalu, hingga September 2020 sudah menembus 61 juta viewer dengan jumlah komentar sebanyak 26.589. Akun ini memiliki jumlah viewer tertinggi pengunggah Panek Diawak Kayo Diurang, disusul akun @InsictechMusicland dengan 5,6 juta viewer dan @RiskiPeprina dengan jumlah 4,2 juta viewer.
BACA JUGA : Lirik Lagu Ekspektasi Ocan Siagian yang Viral di TikTok
“Frans dan Fauzana adalah Putra Putri Minang Milenial yang punya Bakat luar biasa dalam bernyanyi, punya warna khas yang unik dan tidak dipunyai penyanyi lain. Tentu saja kesuksesan lagu ini dengan lebih 50 juta Viewers adalah capaian yg sangat luar biasa dan mengalahkan Viewers Artis Nasional ini tidak lepas dari Kepiawaian Penciptanya Rozac Tanjung dan Arranger Decky Riyan yang mampu mengangkat kembali lagu lagu minang yang sempat tenggelam karena ditinggalkan oleh para pendahulunya. Mari kita dukung dan beri semangat kepada para musisi Minang ini agar terus bisa berkarya dan menjadikan Lagu lagu minang MENASIONAL bahkan Memancanegara. Sukses,” tulis akun Dodi Herman di kolom komentar unggah Youtube akun @RW Pro.
Lagu ini selain membuat baper karena merdunya suara penyanyi, juga menjadi pemersatu warganet dari seantero Indonesia. Mereka dari berbagai daerah di Indonesia beramai-ramai menyatakan kegandrungannya dengan lagu tersebut meski pun tidak mengetahui artinya.
“Aku orang jawa ga tau arti lagunya. Tapi enak bgt d denger.. suara jg bagus. Toppp,” tulis Eli Setyowati
“Saya orang jawa. Tp entah,selalu rindu lagu² seperti ini. Hawanya rindu, sunyi sepi, cinta, mesra, pokoknya luv,” kata amik
“Saya orang Ende, Nusa Tenggara Timur. Saya suka dengan lagu ini... Walo tidak ngerti bahasa dan artinya tapi lagu ini keren. Saya putarnya saja sampai berulang2 dan tidak bosan2nya... Thanks yah, sudah buat dan nyanyikan lagu ini dengan baik. Next mungkin ada lagi yang lain yang tentunya tidak kalah kerennya... Salam dari Ende, NTT untuk Indonesia,” tulis Ata_Lio_Project.
BACA JUGA : Merdunya Kolaborasi Ayah dan Anak dalam Lagu Untuk Kita
“saya timur ( flores ) saya suka lagu ini tidak ngerti tapi enak kalii .. minang keren,” cuit Francesko Sike
“Yogyakarta hadir, lagunya ngena banget. Swear, liriknya bagus, suaranya bagus. Jadi baper sukacita,” tulis Arkana Lazuardi di kolom komentar unggah Youtube akun @RW Pro.
Ketenaran lagu ini karena disebut-sebut karena TikTok, mengingat banyak pemilik akun TikTok yang menggunakan sebagai backsound video. Berdasarkan pengamatan pada Senin (5/10/2020) tercatat sudah ada 112.400 akun TikTok yang menggunakan Panek Diawak Kayo Diurang sebagai latar unggahan video. Selain itu caption unggahan status akun di TikTok yang menggunakan tagar #panekdiawakkayodiurang juga mencapai 12,5 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.