7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Dinar Candy. /Ist- Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - DJ Dinar Candy mengaku ingin dihamili gara-gara galau tak ada kerjaan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai Senin, 14 September 2020. Hal ini langsung disoroti oleh DJ Dinar Candy.
Dinar mengaku tak punya pekerjaan tetap selama pandemi corona. Sehingga jika PSBB ini kembali dilaksanakan, perempuan asal Bandung ini mencetuskan ide nyeleneh, yakni ingin dihamili agar memiliki pekerjaan.
"Wah mau PSBB lagi guys. Selama corona aku tidak ada pekerjaan yang pasti. Biar ada kerjaan aku minta dihamili aja," kata Dinar seperti dikutip dari Instagramnya pada Kamis (10/9/2020).
"Ngurusin kandungan, ngurusin kelahiran, ngurusin anak. Jadi ada kerjaan kalau aku dihamili kan? Bang hamili aku bang," sambungnya.
Pernyataan Dinar tentu menghebohkan netizen mengingat status perempuan 27 tahun itu belum terikat pernikahan. Para netizen yang umumnya berasal dari kaum adam pun ramai menuliskan komentar nakal.
"Abang otw ya neng," komentar netizen. " Penawaran yang tidak boleh disia-siakan," timpal netizen lainnya.
“Ini beneran yah, percaya atau enggak awalnya pas nge-DJ awalnya aku tuh enggak ambil kayak endorsement gitu. Kayak kecapekan juga, terus mikir bikinnya rumit,” jelas dia.
Kini, Dinar Candy meraup banyak keuntungan lewat endorsement di Instagram. Meskipun memang penghasilan Dinar dari media sosial tidak sebanyak hasil manggung.
“Kalau sekarang, 100 lah 100 (jutaan). Kalau dulu dari nge-DJ bisa sampai dapat Rp300-400 juta,” ucapnya.
“Sekarang Rp80-100 juta. Apalagi pas puasa kemarin, turun banget tuh pendapatan bulanan,” pungkas Dinar.
Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Pandemi Covid-19 Berlanjut, Penghasilan Dinar Candy Terjun Drastis"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.