Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Sheila Timothy - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Tak hanya Dian Sastrowardoyo, produser film Sheila Timothy juga bersuara soal bergesernya cara menonton film di era pandemi Covid-19.
Menurut Sheila adanya layanan over-the-top (OTT) dan platform streaming film berbayar merupakan fenomena yang sejalan dengan perkembangan teknologi.
"Ini adalah pergeseran dan perkembangan teknologi. Sudah dari tiga tahun terakhir OTT masuk ke Indonesia, entah yang lokal maupun luar negeri. Tahun ini, animonya semakin banyak dari platformnya," kata Sheila melalui siaran virtual, Senin (24/8/2020).
Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Lala itu mengatakan, kehadiran berbagai platform digital dan streaming film bisa menjadi alternatif menonton maupun mendistribusikan film, terlebih di tengah pandemi Covid-19. "Ini menjadi alternatif dan menolong orang-orang film buat ketemu dengan audiens kita," kata Lala.
Kakak dari aktris Marsha Timothy itu pun tak menyangkal bila sebagai penonton maupun pembuat film merasa rindu dan lebih puas untuk menikmati karya di bioskop. Namun, opsi layanan digital memiliki banyak nilai positif, mulai dari kepraktisan hingga harga.
"Memang, ada kepuasan tersendiri ketika nonton di layar lebar, di bioskop. Tapi, dengan OTT, kita jadi punya alternatif buat nonton di mana saja, nyaman karena bisa menyeseuaikan waktu kita yang sibuk, dan affordable juga," kata Lala.
Sementara itu, rumah produksinya, Lifelike Pictures baru-baru ini menjalin kerja sama dengan layanan streaming Mola TV dan menayangkan film Mudik secara eksklusif mulai 28 Agustus 2020.
Keduanya berkomitmen untuk melakukan kerja sama jangka panjang hingga 2022 di beberapa proyek seperti serial original hingga film panjang.
Lala mengungkapkan bahwa saat ini ada dua proyek serial web (web series) yang tengah disiapkan, berjudul Angkringan dan Detektif Soleh yang dijadwalkan tayang pada bulan Oktober atau November 2020.
"Seru dan semoga bisa syuting [proyek lainnya] segera akhir tahun ini, dan semoga terus berkembang. Ada penjajakan untuk bikin film panjang untuk dieksplor. Makin banyak platform, semakin banyak cara untuk berkarya," kata dia.
Ia berharap, konten, film, dan cerita yang ia buat tidak lekang oleh waktu dan tidak tergantung momentum. Pun dengan film Mudik yang ia co-produseri. Meski tak dirilis pada momen Idulfitri, ia yakin film ini bisa bercerita dan meraih hati dan emosi para penontonnya.
"Konten, menurutku, film dan cerita bagus selalu tak lekang waktu, kita mau produce film yang tak tergantung momentum. Mudik di sini bukan sekedar pulang kampung. Film ini punya kekuatan karakter dengan cerita yang menarik, dengan special touch dari [sutradara] Adri [Adriyanto Dewo]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.