Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Saat anak memasuki usia enam bulan, sudah saatnya ibu memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Periode ASI eksklusif telah berakhir.
Biasanya para ibu akan galau tingkat tinggi memikirkan apa makanan pertama atau MPASI (makanan pendamping ASI) yang akan diberikan kepada anaknya.
Baca juga: Cara Mengatasi Sembelit pada Anak
Alih-alih memberikan rasa yang wajar, kebanyakan ibu akan memasukkan apapun ke dalam MPASI pertama anaknya, dengan dalih bergizi. Alhasil, bukannya anak happy malah merasa mual karena bisa saja rasanya tidak mudah diterima lidah mereka.
MPASI Enthusiast sekaligus founder @MammaKanin, Inta Heruwanto, M.Sc mengatakan langkah pertama membuat MPASI adalah memisahkan antara karbohidrat dan makanan yang mengandung protein.
"Menurut aku yang penting memisahkan antara karbohidrat dan protein. Jadi kadang ibu-ibu, karena anaknya harus dapet semua nutrisi semua diaduk jadi satu, jadi nasi tim jadi satu, diblender yang ada anaknya enek," ujar Inta dalam diskusi di IG LIVE @ayahbunda_, Jumat (21/8/2020).
Kata Intan, meski anak belum mengenal rasa selain ASI bukan berarti para ibu bisa asal memberikan MPASI, harus juga mempertimbangkan rasa makanan itu sendiri, dan pastikan harus pakai hati apalagi itu untuk anak sendiri.
Baca juga: Sakit Kepala Mendadak? Cobalah Redakan dengan 4 Makanan Ini
"Maksud aku kalau masak MPASI harus pakai hati, tetap harus ada nilai kulinernya, bayangin kalau kita suruh makan kacang hijau, jagung, kan kasihan. Jadi tetap harus ada resep, nilai kulinernya tinggi," kata dia.
Ibu 3 anak itu lantas mengatakan, tidak ada salahnya mengikuti resep turun temurun dari orangtua zaman dulu. Tapi yang harus diperhatikan kadar GGL, garam, gula, dan lemak.
Tidak apa-apa pada MPASI GGL tidak terlalu terasa, biarkan anak merasakan rasa alami dari makanan tanpa embel-embel. Ini karena karbohidrat sudah mengandung gula, buah ada rasa manis, dan begitu juga sayuran seperti wortel dan sebagainya.
"Misalnya ada yang dapAt resep warisan dari nenek, soto enak banget, kita turun temurun hargai bahan tetap dipakai, cuma garam, lada, mecin di take out itu makanan simpel dan anak jadi happy makannya, kita harus enjoy masaknya," tuturnya.
Jangan Kesal Saat Kecolongan
Di masa kini anak juga mulai mengenal lingkungannya, Inta menyarankan orangtua untuk tidak \'keras kepala\' sehingga menolak pemberian orang lain, terutama nenek, guru atau orangtua temannya.
Tidak apa anak sedikit longgar di luar, asal selama di rumah anak kembali lagi makannya dikontrol, sehingga tidak terlalu kebablasan khususnya dalam mengenal GGL.
"Setidaknya aku sama suami dari rumah sama-sama janjian anak mau dikenalin gula garam umur berapa? 2 tahun, yaudah. Tapi kalau ada tiba-tiba kecolongan jangan marah," terangnya.
Di sinilah perlu kerjasama tidak hanya keputusan ibu tapi juga keputusan suami dalam mendidik anak, termasuk saat pemberian MPASI.
"Jilalau menyusui perlu dukungan suami, maka ngasih makan anak MPASI juga perlu dukungan suami," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.