Bertahun-tahun Alami KDRT, Perempuan di Salatiga Pilih Pergi demi Anak
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Studi terbaru menemukan orang bertubuh tinggi lebih berisiko terinfeksi Covid-19.
Pada awal pandemi virus corona Covid-19, pria sudah dianggap sebagai kelompok yang lebih berisiko terinfeksi daripada wanita karena beberapa kebiasan buruk, seperti merokok.
Kini, sebuah studi baru kembali menemukan faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang terinfeksi virus corona Covid-19, salah satunya tinggi badan.
Para peneliti dari Universitas Manchester telah mengungkapkan bahwa orang bertubuh tinggi lebih dari 6 kaki (180 cm), maka berisiko 2 kali lebih besar tertular virus corona Covid-19.
Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan riset terhadap 2.00 orang di Inggris dan Amerika Serikat untuk memahami prediktor pribadi yang terkait dengan penularan virus corona Covid-19.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penularan aerosol virus corona Covid-19 sangat mungkin terjadi.
Orang yang lebih tinggi sangat berisiko mengalaminya, karena mereka mungkin tidak akan tertular virus melalui tetesan cairan pernapasan tubuh secara langsung.
Tetesan cairan yang mengandung virus corona memang ukurannya lebih besar dari aerosol, yang relatif bisa mengontaminasi atau menyebar dalam jangka dan jarak pendek serta mudah jatuh ke permukaan.
Berbeda dengan tetesan cairan, aerosol yang mengandung Covid-19 sangat ringan dan bisa berterbangan di udara. Sehingga aerosol ini bisa menjangkau orang bertubuh tinggi.
"Hasil survei ini hanya mengenai hubungan antara tinggi badan dan diagnosis virus corona yang menunjukkan bahwa ada kemungkinan penularan melalui aerosol," jelas Profesor Evan Kontopantelis dikutip dari Mirror UK.
Profesor Evan Kontopantelis mengatakan penelitian lain sudah pernah mengungkapkan hal sama, tetapi metode konfirmasi penelitiannya adalah novel.
Meskipun jarak sosial masih penting, tapi penularan virus corona Covid-19 masih bisa terjadi. Sehingga pemakaian masker mungkin tidak cukup efektif dalam melindungi diri.
BACA JUGA: Seram! Warga Godean Ini Kaget Ada Ular di Helm yang Ia Kenakan
"Tapi, pemurnian udara di ruang tertutup harus dipertimbangkan lebih lanjut," jelasnya.
Survei ini juga mengungkapkan bahwa orang yang menggunakan dapur bersama atau transportasi umum memiliki risiko 3,5 kali lebih besar tertular virus corona Covid-19.
Profesor Paul Anand, seorang penulis penelitian ini, mengatakan banyak penelitian ilmiah telah fokus pada pola penyebaran dan mekanisme penularan virus corona Covid-19.
Tapi ketika aktivitas ekonomi kembali berjalan normal di tengah pandemi virus corona, penting untuk memahami peran faktor pribadi sebagai prediktor transmisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Final FIFA ASEAN Cup 2026 mempertemukan Indonesia vs Thailand. Simak prediksi line up, jadwal dan link live streaming pukul 20.00 WIB.
Prabowo memimpin upacara HUT ke-81 TNI di Mabes TNI. Sejumlah satuan baru akan diresmikan dan komandan satuan dikukuhkan.
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Universitas Sanata Dharma mengukuhkan 108 apoteker baru Angkatan 51. Seluruh peserta UKOMNAS PDPA dinyatakan lulus 100 persen.