BPS Jelaskan Arti Desil 1-10 dalam DTSEN, Ini Kriterianya
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Damar melepaskan tangannya dari pundak Latri, tapi kemudian memegang kedua tangan gadis itu dengan mesra.
“Aku harus jujur padamu. Bidadari itu adalah dirimu,” ujar Damar lirih. Tapi pemuda itu heran. Tidak ada keterkejutan pada paras jelita di depannya ini. Bahkan kini sepasang mata Latri memandang sayu bagai orang mengantuk, namun mulutnya tersenyum saat berkata pelan:
“Bidadari itu kini mendatangimu, Kangmas.”
Saking terharu, gembira, bersyukur, dan entah perasaan apa lagi, Damar nyaris memeluk Latri, namun pada saat itu terdengar Dinar berteriak-teriak panik. Damar merenggangkan badan. Keduanya saling menjauh dengan muka merah.
“Bidadariku, bagaimanapun aku adalah musuh besar ayahmu!”
Latri membalas dengan suara tegas:
“Ucapanmu tadi juga berlaku bagi dirimu. Bagaimanapun aku adalah seorang putri dari musuh besarmu, Demang Suradipa pembunuh Begawan Sempani!”
*******
SAAT itulah Dinar muncul dengan dada turun naik. Pemuda yang biasanya jenaka itu tampak inga. “Susah payah aku mencarimu ke mana-mana, Damar. Dan di sini engkau malah asyik berbincang dengan bidadariku.”
Melihat sahabatnya masih sempat bercanda, tapi mukanya kelihatan tegang, tentu terjadi sesuatu yang penting.
“Engkau tampak bingung, Dinar, ada wigati apa?”
“Celaka, Damar. Celaka. Sekali ini kita benar-benar dalam bahaya besar.”
“Hmm. Bahaya apa? Tidak biasanya engkau seperti ini, Dinar.”
“Damar, ahhh, bagaimana ini, sang prabu sendiri membawa pasukan menuju ke sini tentu untuk menangkapmu, juga menghukum kita,” Dinar mengelap peluh di keningnya dengan ikat kepala yang kemudian disampirkan di leher. Mukanya sedikit pucat.
“Panembahan Senopati?”
“Siapa lagi kalau bukan junjungan kita, Damar, dan engkau masih bersikap biasa? Ingat, di samping gusti prabu ada Raden Rangga yang kesaktiannya ngedab-edabi. Semua kawan kita lari bersembunyi. Mereka ketakutan sekali melihat sinar perbawa dari kedua priyagung itu. Dan engkau ini bagaimana, masih tenang-tenang saja?” Dinar waswas, ia cemas jangan-jangan Damar berubah ingatan saking takutnya mendengar kedatangan raja Mataram itu.
“Sahabatku, yang gagah perkasa. Engkau juga takut?”
“Damar, kita harus bagaimana?” Muka Dinar sudah seperti mayat. Putih lesi.
“Kita harus bagaimana? Ya menyerah saja. Toh bukan kehendak kita memusuhi Mataram Apa yang harus ditakutkan, sahabatku?”
“Aduh, Damar, engkau tentu akan dihukum pancung. Masih tidak pahamkah engkau ini dikabarkan membunuh Pangeran Arumbinang, putra kandung sinuhun.”
Damar tersenyum tenang.
“Engkau tahu, Dinar, itu hanya fitnah belaka.”
“Aku tahu itu. Engkau difitnah secara keji oleh Demang Suradipa.”
“Jadi, apa yang ditakutkan lagi, kawan?”
Dinar bertafakur. Jika dipikir-pikir benar juga kata Damar. Mereka meyakini pembunuh Pangeran Arumbinang dan Ki Ageng Permana tentu demang laknat Ki Suradipa. Persoalannya, apa begitu mudah menghapus fitnah, bagaimana jika Panembahan Senopati terlanjur percaya?!
Sementara itu mendengar tentang kedatangan Panembahan Senopati, diam-diam Latri ber lari pergi untuk menemui ibunya. Pas saat itu suara derap kaki kuda terdengar semakin dekat.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 051
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
MK menggelar sidang pengucapan putusan atau ketetapan 17 perkara pada Jumat pukul 14.00 WIB, termasuk uji KUHP dan UU Polri.
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Studi Formasi Nanggulan di Kulonprogo mengungkap keunikan batuan endapan badai purba yang menarik untuk terus diteliti.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.
Iran menyatakan ekspor minyak tetap berjalan meski diblokade AS. Teheran juga memulihkan 40% kapasitas produksi South Pars.