Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Ki Permana lalu menyeruput teh panas legi kentel dengan nikmat—sampai sekarang Desa Bayat terkenal dengan angkringan tiga ceret yang menjajakan teh nasgitel.
“Kalau aku sekadar ikut, Kangmas Demang. Ingin melihat sendiri betapa gemah ripahnya kademanganmu ini,” sergah Pangeran Arumbinang, yang kemudian teringat yundanya. “Di mana kakang mbok Mila Banowati, Kangmas? Aku tidak melihat yunda keluar menemui kami.”
Demang Suradipa memasang raut sedih. Berkali-kali ia menghela napas panjang.
“Ini yang mengganggu pikiranku, Dimas. Sepintas tidak terjadi sesuatu. Kawula tampak raharja, paman petani bekerja di sawah dengan gembira. Tapi …”
“Tapi kenapa?” Pangeran Arumbinang mengerutkan kening.
“Telah terjadi peristiwa hebat yang mengguncang ketenangan di sini.”
“Peristiwa apa, Nakmas Demang?” Ki Permana ikut bertanya.
“Belum lama ini aku mengutus diajeng Mila Banowati beserta Latri anakku, untuk sowan ke Mataram dengan kawalan bregada plangkir. Menurutku, pasukan terlatih itu cukup memadai apalagi Tembayat Mataram terhitung aman selama ini. Akan tetapi, paman ..”
“Teruskan ceritamu Nakmas.”
Ki Suradipa menarik napas, dan kedua matanya menjadi basah.
“Di tengah hutan Somawana mereka dicegat gerombolan perampok di bawah pimpinan begal belia putra Begawan Sempani. Delapan orang pemikul jempana dibunuh tanpa ampun. Seluruh anggota bregada plangkir dibinasakan, dan hanya seorang yang berhasil meloloskan diri karena,”
Pangeran Arumbinang mencengkeram lengan Demang Suradipa.
“Apa yang terjadi dengan kakang mbok Mila dan putrinya?”
“Yundamu dan Latri diculik kawanan kecu itu,” desah Ki Suradipa.
“Duh Jagat Dewa Batara!” seru Ki Ageng Permana.
“Para begal harus kita basmi. Sungguh keparat!” umpat Pangeran Arumbinang.
“Aku sudah mengutus bantengnya Tembayat bersama lima bregada, lebih seratus tentara, untuk membasmi kawanan penyamun itu sampai seakar-akarnya, sebab ini secara tidak langsung juga menyangkut marwah Mataram,” ujar bangga Ki Suradipa sekaligus sedih. Demang itu terus memasang wajah muram. Beda dengan Pangeran Arumbinang yang wataknya riang jenaka. Dan mata keranjang. Ia sudah melupakan nasib yundanya.
“Kangmas demang, sayup-sayup di istana aku mendengar kabar angin. Benarkah engkau memboyong sinden cantik dari Srebegan?”
Ki Ageng Permana berdehem, matanya memandang Pangeran Arumbinang dengan sorot menegur. Tapi Demang Suradipa sambil tertawa menjawab gembira :
“Kau maksudkan Nimas Lembah Manah? Memang benar, Dimas.”
“Kangmas ini bagaimana? Kau anggap aku ini apa? Bukankah aku ini adikmu? Mengapa selir-selirmu diperam di kamar? Suruh mereka menyambut kami, beri kesempatan aku mendapat sedikit hiburan,” Pangeran Arumbinang tertawa penuh arti. Demang Suradipa sempat tersenyum, lalu buru-buru menampilkan paras duka seperti semula.
“Dimas, kakangmu ini hanya demang kecil, lain dengan engkau di Mataram. Lembah itu satu-satunya selirku,” ujarnya merendah.
“Bagus! Berbahagialah kakang mbok Mila memiliki suami setia sepertimu. Tapi, adakah yang salah jika Kangmas menyuruh kakang mbok Lembah menemui kami? Ia selirmu, artinya ia juga keluargaku,” kata Pangeran Arumbinang setengah mendesak.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 031
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.