Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
Nimas Lembah Manah hadir dalam persiapan ini, dan dengan penuh pengindahan memberikan pesan agar mereka hati-hati menjaga diri di tengah jalan, tidak lupa doa keselamatan dipanjatkan.
“Yunda Mila, doaku menyertaimu,” Nimas Lembah memeluk Mila Banowati sambil tak lupa menumpahkan waspa, sampai matanya kemerahan basah air mata.
Belum lama rombongan itu berangkat, Ki Suradipa terguguk di atas kursi, mukanya pucat karena betapapun ia tergila-gila terhadap Lembah, toh nuraninya memberontak. Entah suara hati atau suara kalbu, mengutuk perbuatan laknatnya. Tapi tiba-tiba sebuah lengan berkulit halus memeluk lehernya dari belakang, dan kala syahwat berbicara maka nuraninya kembali terkunci. Rangsangan berahi naik ke ubun-ubun turun ke lipat paha.
*******
BREGADA plangkir itu sesungguhnya direkrut tidak lewat fit and proper test melainkan diambil dari bekas perampok, kecu, begal yang berhati tawar menghadapi perbuatan yang kejam seperti apapun. Mereka pada dasarnya menaruh dendam kepada Mataram, maka Ki Demang atau Nimas Lembah selaku inisiator sudah tepat memilih mereka. Mereka berjalan cepat, dan ketika senja membayang rombongan itu justru berada di alas gung liwang-liwung. Ini juga skenario dari Nimas Lembah, yang menginginkan “yundanya” beserta putrinya dibinasakan di hutan wingit.
“Berhenti!” perintah Bugel Mantiki kepada para pengusung jempana.
Delapan orang kuli kasar yang memanggul mungkur langsung bertambat. Mereka tampak kelelahan karena menempuh perjalanan sejak pagi hingga sore hanya berehat satu kali. Dua buah tandu diturunkan. Masing-masing membuka destar untuk menyeka keringat yang berdliweran.
Mila Banowati dan Latri Dewani menyingkap penutup tandu.
“Ehh, mengapa berhenti di sini? Hari sudah gelap. Ayo kita mencari tempat penginapan di kampung depan,” ujar Mila dengan dahi berkerinyit. Firasatnya tidak nyaman, terlebih ketika melihat para pengawal menyeringai dengan kurang ajar. Sirna sudah wajah-wajah patuh seorang tamtama, berubah menjadi muka-muka liar beringas. Melihat keadaan ini, Mila mengajak Latri keluar dari pelangkin.
“Kita istirahat di sini!” ujar Bugel Mantiki sembari memelintir kumisnya yang lebat.
Kemudian dengan cepat ia mencabut pedang yang tersengkelit di pinggang, dan sekali ia ayunkan senjata itu, dua orang pemandu tandu berkelojotan mandi darah. Tidak berapa lama meregang nyawa, mereka binasa. Enam orang temannya terperangah namun keterkejutan mereka hanya sebentar. Tiga orang “prajurit” menggerakkan golok, dan sekejap kemudian delapan buruh upahan itu terbunuh. Tubuh mereka berserakan di atas rumput dalam genangan darah merah. Bau anyir menguar di tengah hutan lebat itu. Mila dan Latri nyaris pingsan melihat pembunuhan amat sadis ini. Mereka saling peluk dan menutupi muka menangis ketakutan.
“He he he,” Bugel Mantiki tergelak-gelak. “Sayang ki demang tidak melihat sendiri.”
Mendengar ucapan ini timbul dugaan mengerikan dalam hati Mila. Dengan tabah putri Panembahan Senopati itu membuka mata, dan memandang tajam kepada kepala “bregada” kaleng kaleng ini.
“Mengapa kalian membunuhi para kuli yang tidak bersalah apapun? Lalu siapakah yang akan mengusung tandu kami?” tanya Mila tanpa rasa takut.
BERSAMBUNG: Sandyakala Ratu Malang-Bagian 021
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.