Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah warga dilaporkan meninggal mendadak saat sedang bersepeda di jalanan. Banyak yang menduga hal itu terjadi karena risiko menggunakan masker saat berolahraga. Namun, kenyataannya belum ada bukti ilmiah yang menyebut bahwa penggunaan masker saat berolahraga itu berbahaya, atau bahkan hingga menyebabkan kematian.
Pernyataan itu dituturkan seorang dokter spesialis olahraga, dr.Muhammad Ikhwan Zein. Ia menggunakan metode penelusuran ilmiah atau evidence based case report. Kendati begitu, pengecualian berlaku khusus untuk masker N95.
Masker N95 punya sistem filtrasi ultra kecil. Maka wajar jika masker tersebut hanya direkomendasikan kepada petugas medis yang punya risiko paparan virus tinggi. Tidak untuk dipakai sebagai pelengkap olahraga karena dapat mengganggu pernafasan.
Baca juga: Jangan Gunakan Masker Medis Saat Bersepeda, Ini Alasannya
"Manusia memiliki tubuh yang responsif. Ketika [berolahraga] kebutuhan oksigen meningkat. Namun saat pasokan oksigen turun karena menggunakan masker, maka tubuh akan mengirim sinyal berupa rasa capek, nafas berat dan tersengal. Tanda fisik itu dikirim agar tubuh tidak mengalami hipoksia atau kondisi kekurangan oksigen pada tubuh," katanya kepada Harian Jogja, Selasa (30/6/2020).
Bersepeda sambil mengenakan masker, katanya bukanlah hal baru. Sekitar tahun 2015 sampai 2016, warga London, Britania Raya juga menerapkan praktik serupa. Mereka mengenakan masker untuk terhindar dari polusi udara kota London yang sudah begitu buruk.
Kondisi tidak nyaman saat mengenakan masker, bagi Ikhwan merupakan kewajaran. Tubuh butuh adaptasi dengan kondisi oksigen yang minim. Seiring dengan peningkatan intensitas, efek tidak nyaman itu perlahan-lahan akan hilang. Dari segi kualitas metabolik pun tidak ditemukan pengaruh terhadap penggunaan masker.
Baca juga: Radiasi Ponsel Berbahaya Bagi Kesehatan, Haruskah Ibu Hamil Batasi Pakai Gadget?
"Olahraga bersepeda dan jalan cepat sebenarnya adalah pilihan olahraga yang relatif aman. Dia termasuk olahraga aerobik yang gerakan dan intensitasnya stabil jika dibandingkan olahraga permainan seperti futsal, badminton, sepakbola atau basket
Olahraga permainan lebih berisiko terjadi serangan jantung atau aritmia," jelas Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta itu.
Pada masa pandemi Covid - 19, mengenakan masker merupakan anjuran pemerintah. Maka ketika bersepeda pun masker tetap harus dikenakan. Ikhwan menyarankan apabila seseorang mulai mengalami tanda fisik kelelahan, ada baiknya istirahat dulu sejenak. Intensitas bersepeda juga perlu menyesuaikan kondisi tubuh. Intensitas bersepeda tak perlu terlalu tinggi, cukup 30 menit saja.
Idealnya, kata Ikhwan berolahraga saat masa pandemi juga perlu dilengkapi peralatan yang sesuai dengan protokol kesehatan. Masker training dapat dipilih sebagai pilihan utama. Namun, masker biasa pun juga tetap bisa dipakai. Dengan catatan, pesepeda wajib mengganti masker yang basah dengan masker cadangan.
Ia juga menyarankan kepada para pesepeda agar menghindari pusat-pusat keramaian. Masih ada lokasi bersepeda lain yang lebih aman, seperti area persawahan, perbukitan, atau daerah dengan udara segar. Bisa juga dengan berolahraga di rumah atau lingkungan terdekat saja. Terlebih, saat ini masih berlaku anjuran untuk menjaga jarak fisik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.