AI Muse Tembus 1,8 Juta Unduhan, Ini Keunggulannya
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Ikan gabus hias/Instagram @candu.channa
Harianjogja.com, SLEMAN—Di kalangan pencinta ikan, gabus hias lebih sering disebut channa. Namun, channa adalah genus dari segala spesies gabus, termasuk gabus konsumsi sehingga bisa dikatakan gabus hias dan gabus yang tersaji di meja makan bersaudara dekat.
Ikan berkarakter predator ini mulai dikembangbiakan sebagai ikan hias. Coraknya yang menarik serta perawatan yang mudah menjadi alasan orang menaruh minat pada gabus hias. Harganya beragam mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Tidak mengherankan jika gabus hias mulai dilirik sebagai peluang bisnis.
Iwan Betta, salah seorang pengembang gabus hias asal Pogung, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman pertama kali berkenalan dengan gabus hias pada Juni 2017 lalu. Waktu itu ia iseng beli bayi channa jenis blue pulchra berukuran 5 cm. Setelah enam bulan dipelihara, bayi channa tumbuh hingga mencapai ukuran 17 cm. Ia pun mulai melihat sisi unik dari channa. Corak warnanya menarik. Ditambah pula ikan channa terbilang aktif dan bermental bagus.
Selain itu, kata Iwan, channa juga tergolong ikan hias yang tahan banting dan mudah perawatannya. Ia hanya menyediakan akuarium berisi air tanpa dilengkapi aerator dan filter. Dalam kondisi seperti itu, channa masih bisa hidup dan tumbuh. “Air pun saya ganti sebulan satu kali. Ikannya masih hidup aja tuh,” katanya, Minggu (14/6/2020).
Sejak saat itu, ia mulai tertarik mengembangbiakan channa. Ia pun mulai membeli beberapa jenis channa yang lain. Iwan sudah berhasil mengembangbiakan tiga jenis channa, yakni channa pulchra, channa asiatica, dan channa andrao. Alhasil, banyak orang datang kepada Iwan untuk membeli dan bertanya-tanya soal cara mengembangbiakan channa yang baik. Sejak saat itu, ia mulai menyadari gabus hias alias channa cukup menguntungkan dari segi bisnis.
Minat terhadap channa makin meningkat hingga kini di masa pandemi Iwan mengaku mulai kedatangan banyak pembeli, mulai dari pencinta ikan hias hingga pedagang di pasar ikan hias. Menurut Iwan, tingginya minat masyarakat terhadap channa didorong karena karakter ikan itu yang unik.
Keunikan itu sukses mengerek harga jual channa. Iwan menjual bayi channa jenis pulchra dan andrao berukuran 3 cm dengan sistem borongan. Tiap ekornya dibanderol dengan harga Rp13.000. Lain hal dengan channa jenis barca berukuran 25 cm yang harganya bisa mencapai Rp20 Juta.
Sayangnya, channa barca belum pernah dijual di Indonesia. Pasalnya, menurut Iwan, pengembangbiakan channa barca juga dipengaruhi iklim. Untuk mendapatkan channa barca harus impor. “Setahu saya channa barca masih impor dari luar, dan size juga minimum 20 cm,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.