Kesbangpol Sleman Dorong Ojol Jadi Agen Perubahan dan Literasi Digital
Kesbangpol Sleman mendorong pengemudi ojol menjadi agen perubahan dan literasi digital serta ikut menjaga kamtibmas di Sleman dan Yogyakarta.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Lebaran 2020 akan tiba di tengah pandemi Corona. Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19. Hal ini mungkin bisa menyebabkan seseorang merasa kesepian, yang akhirnya menimbulkan masalah kesehatan mental.
Hal ini tentu akan memberi dampak pada kesehatan secara keseluruhan, karena menurut psikiater dr. Gina Anindyati, Sp.KJ, kondisi mental atau kejiwaan tidak terpisah dengan kondisi fisik kita.
Nah, berikut adalah tips menjaga kesehatan mental terkait larangan mudik, berdasarkan siaran pers dari GueSehat yang diterima Suara.com.
1. Menjaga kesehatan fisik
Menjaga kesehatan fisik merupakan langkah utama yang haruslah diprioritaskan pada masa seperti ini.
"Kita perlu menjaga diri kita baik-baik. Paling pertama, jaga kesehatan fisik terlebih dahulu, usahakan istirahat yang cukup, makan bergizi, dan lakukan aktivitas fisik secara rutin,” ungkapnya.
2. Usahakan punya kegiatan rutin setiap hari
Selain menjaga kesehatan, baik mental maupun fisik, dr. Gina menambahkan, usahakan untuk punya kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari di rumah, dan cobalah untuk tetap terhubung dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, atau teman.
"Bisa berkomunikasi melalui telepon, saling mengirimkan paket atau makanan khas saat Lebaran. Hal ini untuk mencegah rasa kesepian akibat tidak mudik," tambah dr. Gina.
3. Habiskam waktu dengan orang yang memiliki nasib sama
Jika rindu dengan keluarga atau merasa homesick karena tidak bisa mudik, psikolog klinis Alexandra Gabriella A., M.Psi, Psikolog, C.Ht, C.ESt menyarankan untuk menghabiskan waktu dan merayakan kebersamaan dengan orang-orang yang memiliki nasib yang sama.
“Cobalah tetap terhubung secara virtual dan mengobrol dengan orang-orang yang juga tidak bisa mudik dan dengan keluarga di kampung halaman,” jelasnya.
Dengan tetap terhubung dengan teman yang juga tidak bisa mudik atau dengan keluarga, seseorang tidak akan merasa kesepian dan homesick. Jadi, rasanya tetap dekat dengan mereka.
4. Saling berbagi
Kalau bisa, tambah Alexa usahakan juga untuk saling berbagi, coba lebih banyak menyumbang. Saat berbagi, kita diingatkan kembali betapa banyak anugerah yang diberikan pada kita.
Melalui kegiatan berbagi, Alexa mengatakan, seseorang yang tidak bisa mudik akan merasa lebih pulih, tidak kehilangan perannya, dan merasa bermanfaat untuk orang lain.
“Kita membantu orang lain dan memberikan efek positif pada orang lain. Jelas dengan hal ini, kita punya energi yang positif juga,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kesbangpol Sleman mendorong pengemudi ojol menjadi agen perubahan dan literasi digital serta ikut menjaga kamtibmas di Sleman dan Yogyakarta.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat