Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Di masa pandemi Corona, kemampuan mengatur keuangan sangat dibutuhkan. Jika memiliki dana darurat, bisa digunakan untuk biaya hidup hingga kondisi kembali normal. Namun bagaimana jika tidak memiliki dana darurat?
Konsultan finansial Prita Ghozie punya tiga trik mengalokasikan penghasilan selama masa pandemi sekarang.
"Pertama, living sebagai biaya yang nggak bisa dinegosiasi. Jadi kalau mau hidup jalan, biaya itu harus ada," kata Prita saat siaran langsung di Instagram bersama Ayahbunda, Rabu (22/4/2020).
Ia mencontohkan kebutuhan living mencakupi biaya makan dan minum, bayar listrik, telepon, internet untuk sekolah dan bekerja dari rumah, juga cicilan. Selain itu juga biaya untuk kesehatan, karena penyakit bisa datang tanpa diduga.
Trik kedua, lanjut Prita, yaitu pos saving. Jika biaya untuk living masih tersisa, maka sebaiknya sebagian disisihkan sebagai dana darurat.
"Sangat penting masa sekaang punya dana cadangan tunai. Kita saving buat itu. Jadi bukan perkara buat nanti mau ke mana, yang sekarang kita pikir, yang penting bisa survive," tuturnya.
Trik terakhir yaitu playing. Diakui Prita, terus menerus di rumah juga akan menyebabkan kebosanan menumpuk. Karena itu, jika memungkinkan tak ada salahnya menyisihkan uang untuk biaya hiburan di rumah.
"Pos playing tetap penting. Tinggal diatur post playing apa. Kalau uangnya udah banyak di living, berarti playingnya kita cari yang murah, gratisan. Misal nonton live IG, olahraga," katanya.
Prita mengingatkan, jangan memaksakan diri untuk menyisihkan uang untuk investasi. Apalagi jika masih beruntung mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) saat Idulfitri.
Prita menyarankan, lebih baik THR dialokasikan untuk membayar cicilan atau menambah jumlah dana darurat.
"Pengeluaran juga harus disesuaikan. Artinya gaya hidup disesuaikan. Pasti susah. Tapi kalau semakin cepat kita sesuaikan, semakin cepat kita bisa mengikuti pemasukan yang baru," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.