Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Ilustrasi virus Corona. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA--Umur virus Corona menurut penelitian teranyar bertahan hingga 37 hari.
Sebuah studi menemukan bahwa virus corona COVID-19 dapat hidup di saluran pernapasan pasien selama lebih dari lima minggu atau sekira 37 hari. Padahal, awalnya pasien hanya diisolasi selama 2 minggu.
Melansir cbsnews, hal jurnal medis The Lancet 19 dokter yang menulis studi ini menganalisis catatan medis dari 191 pasien di China, yang berasal dari 135 dari Rumah Sakit Jinyintan dan 56 dari Rumah Sakit Paru Wuhan, termasuk data demografi, klinis, perawatan dan laboratorium dari 137 pasien virus corona yang dipulangkan dan 54 pasien yang meninggal di rumah sakit.
“Ini memiliki implikasi penting untuk pengambilan keputusan isolasi pasien dan bimbingan seputar lama pengobatan antivirus,” tulis penelitian tersebut.
Mereka menemukan bahwa virus itu ada dalam tubuh pasien dengan status penyakit parah selama rata-rata 19 hari, dan di dalam tubuh pasien dengan status penyakit kritis selama rata-rata 24 hari.
Secara keseluruhan, virus terdeteksi selama rata-rata 20 hari pada pasien yang akhirnya keluar dari rumah sakit. Pada saluran pernapasan pasien yang meninggal, coronavirus terdeteksi hingga kematian.
Jangka waktu terpendek virus hidup dalam saluran pernapasan seorang yang selamat adalah delapan hari. Dan mungkin yang paling mengejutkan dari semuanya, dalam beberapa kasus, virus bertahan selama 37 hari.
Kontributor medis CBS News Dr. David Agus mengatakan menggunakan temuan penelitian ini untuk memperkirakan berapa lama seseorang bisa menular mungkin mengambil langkah terlalu jauh.
"Ini adalah penelitian penting untuk memahami perjalanan medis pasien yang memiliki kasus infeksi Covid-19 yang bergejala," katanya.
"Saya akan sangat berhati-hati untuk menggunakan data ini untuk menghitung periode infeksi. Informasi ini belum ditentukan secara pasti," tutur dia.
Sekadar informasi, tercatat, angka infeksi COVID-19 mencapai 173.047 orang di 158 negara. Angka kematian untuk pandemi Covid-19 adalah 6.664 dan pasien yang sudah dinyatakan sembuh menjadi 77.783 orang.
Sementara di Indonesia, pasien positif Corona berjumlah 134 orang, dengan 5 orang meninggal dan sembuh sebanyak 8 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.