Kemhan Ungkap Status Kapal J7 Explorer yang Viral di Medsos
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.
Ilustrasi virus Corona. /REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, JAKARTA - Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan virus Corona baru atau SARS-CoV-2 sebagai pandemik pada Rabu (11/3/2020). Tapi, jauh sebelum ini, tepatnya pada 1918 juga pernah terjadi pandemi influenza secara global yang dikenal sebagai flu Spanyol.
Spanyol disebut sebagai negara paling awal yang mendeteksi virus ini, tetapi sejarawan percaya ini kemungkinan hasil dari sensor masa perang.
Spanyol adalah negara netral selama perang dan tidak memberlakukan sensor ketat terhadap media, yang karenanya dapat dengan bebas menerbitkan laporan awal penyakit tersebut.
Akibatnya, orang-orang salah percaya bahwa penyakit itu khusus untuk Spanyol, dan nama "flu Spanyol" menjadi paten.
Flu ini menyebar dengan cepat dan membunuh tanpa pandang bulu. Orang muda, tua, sakit, dan sehat semuanya dapat terinfeksi dan setidaknya 10% pasien meninggal.
Pandemi ini disebut-sebut sebagai pandemi paling mematikan sepanjang sejarah.
Perkiraan jumlah pasti kematian bervariasi, tetapi diperkirakan saat itu menginfeksi sepertiga populasi dunia dan menewaskan sedikitnya 50 juta orang.
Dilansir Live Science, wabah ini dimulai selama bulan-bulan terakhir Perang Dunia I, dan sejarawan percaya konflik ini mungkin sebagian bertanggung jawab untuk menyebarkan virus.
Di Front Barat, ketika tentara yang hidup dalam kondisi kotor, lembap dan sempit menjadi sakit. Ini adalah akibat langsung dari melemahnya sistem kekebalan tubuh dari kekurangan gizi.
Penyakit mereka, yang dikenal sebagai "la grippe," menular, dan menyebar di antara tentara. Meski kondisi pasien saat itu membaik, tidak semua akan sembuh.
Selama musim panas 1918, ketika tentara pulang, mereka membawa virus yang tidak terdeteksi dan menyebabkan sakit. Virus menyebar ke seluruh wilayah di negara asal tentara.
Banyak dari mereka yang terinfeksi, baik tentara maupun warga sipil, tidak pulih dengan cepat. Virus ini paling sulit menyerang dewasa muda antara usia 20 dan 30 yang sebelumnya sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.
Batik Sembung di Kulonprogo membuat kain batik sepanjang 8,1 meter untuk memperingati HUT ke-81 RI dan menyuarakan pesan persatuan bangsa.
Thailand siapkan overhaul pajak kendaraan setelah Indonesia rayu Toyota pindahkan produksi. Tarif cukai lebih rendah untuk produsen lokal, lebih tinggi untuk CB