Studi: Anjing Bisa Lacak Virus Corona dari Aroma di Ketiak
Anjing dapat dilatih untuk melacak orang yang terinfeksi virus Corona dengan mengendus ketiak mereka.
Boyband dari Korea Selatan BTS atau Bangtan Boys/Youtube
Harianjogja.com, JAKARTA - BTS, boyband asal Korea Selatan, merilis albumnya yakni MAP OF THE SOUL: 7 pada 21 Februari 2020. ARMY atau penggemar BTS dari seluruh dunia banyak sekali mencuitkan hal itu di Twitter.
Dikutip dari siaran resmi Twitter, Selasa (25/2/2020), dari 21 Februari 2020 sampai 23 Februari 2020 sudah ada sekitar 17 juta tweet yang berkaitan dengan BTS selama 48 jam. Volume tweet memuncak satu jam setelah albumnya rilis dengan total 1,2 juta dari pukul 18.00 - 19.00 malam.
Penyanyi Sia dan Justin Biever juga memposting sesuatu di Twitter yang berkaitan dengan BTS dan mendapatkan banyak perhatian. Lima hashtag tentang BTS adalah #MAP_OF_THE_SOUL_7, #BTScomeback2020, #ON, #Connect_BTS dan #WeOnWithBTS.
BTS atau Bangtan Sonyeondan yang berasal dari Korea Selatan, adalah boyband dibawah naungan agensi Big Hit Entertainment.
Map of the Of The Soul: 7 adalah album keempat berbahasa Korea dari BTS. Album ini dirilis pada 21 Februari 2020 oleh Big Hit Entertainment sebagai lanjutan dari album Map of the Soul: Persona yang dirillis pada 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Anjing dapat dilatih untuk melacak orang yang terinfeksi virus Corona dengan mengendus ketiak mereka.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.