Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat, (berdiri) memberikan pemaparan dalam Sosialisasi Bijak Mengonsumsi Susu Kental Manis di Omah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Banguntapan Bantul, Kamis (20/2/2020).-Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL—Kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi susu kental manis pabrikan setiap hari dinilai salah, bahkan bisa membahayakan kesehatan. Berbeda dengan susu sapi murni, susu kental manis pabrikan memiliki kandungan dan komposisi gula terlampau tinggi.
Untuk memberi pemahaman kepada masyarakat soal pemenuhan gizi anak tersebut, Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) menggelar Sosialisasi Bijak Mengonsumsi Susu Kental Manis, di Omah PMII, Banguntapan, Bantul, Kamis (20/2/2020).
Kabid Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Berty Murtiningsih, menjelaskan telah sering beredar berita tentang dampak susu kental manis untuk anak-anak, tetapi banyak pula orang tua yang belum menyadari efek buruk susu jenis ini. "Susu kental manis masih dianggap minuman yang direkomendasikan untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak," katanya.
Menurutnya, kandungan susu kental manis jauh dari susu murni. Dalam setiap sendok susu kental manis, setidaknya terkandung 5,5 gram lemak jenuh yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan. Kadar gula tinggi, kata dia, selain dapat memengaruhi kondisi gula darah juga menaikkan berat badan sehingga berpotensi menimbulkan obesitas.
Plh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) DIY, Diah Tjahjonowati, mengatakan selain ketidaktahuan orang tua, konsumsi susu kental manis secara rutin juga merupakan efek dari iklan di media. Itulah sebabnya, kini pemerintah telah memiliki regulasi cukup ketat untuk susu kental manis, khususnya dalam hal periklanan.
Contohnya iklan susu kental manis dilarang tayang dalam program anak-anak seperti film kartun; dilarang menggunakan anak berusia di bawah enam tahun sebagai model iklan; dilarang menampilkan visual susu sapi sebenarnya; serta dilarang menampilkan visual susu yang dituang ke gelas.
Ketua Harian YAICI, Arif Hidayat, mengatakan pihaknya bersama PP Muslimat Nahdlatul Ulama sejak 2018 telah menggencarkan sosialisasi edukasi pemenuhan gizi anak, khususnya untuk bijak mengonsumsi SKM. "Selain untuk turut mendukung kampanye pemerintah melalui pembatasan gula garam lemak, juga sebagai tindak lanjut advokasi mengenai SKM yang menjadi polemik sejak 2018, dengan ditemukannya balita gizi buruk yang mengonsumsi susu kental manis sejak bayi," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Rekrutmen KAI 2026 dibuka 4 September untuk lulusan SLTA, D3, D4/S1. Cek formasi, persyaratan, dan pendaftaran di karier.kai.id.
YES 2026 merumuskan lima strategi untuk mendorong ekonomi DIY bertumbuh, inklusif, dan resilien di tengah tantangan global.
SEMA UGM membantah klaim Polda DIY soal spicy spray dalam aksi mahasiswa. Cairan disebut antasida untuk penanganan paparan gas air mata.
Sebanyak 60 siswa dua MI di Ceper, Klaten, mengalami mual, pusing hingga muntah setelah menyantap menu MBG.
Cara mencari KPK dapat dilakukan dengan daftar kelipatan, faktorisasi prima, dan tabel sengkedan. Simak langkah dan contoh lengkapnya.