OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Punya suami tampan tak selamanya menyenangkan.
Memiliki pasangan yang tampan nan rupawan merupakan impian banyak kaum Hawa di dunia. Tapi dikutip Suara.com dari utas pakar hubungan, Lex dePraxis di media sosial Twiiter, laki-laki tampan dianggap cenderung lebih rese dan belagu dalam menjalani hubungan. Lho kok?
Ditulis Lex, ada beberapa studi yang menyinggung bagaimana laki-laki berpenampilan menarik yang memiliki pasangan perempuan yang tidak semenarik dirinya, akan lebih tidak terlibat dalam hubungan.
"Ternyata perbedaan tingkat kemenarikan fisik antar pasangan ternyata cukup memengaruhi pola interaksi dan tingkat kebahagian hubungannya. Salah satu penjelasannya adalah suami yang berpenampilan lebih menarik (dibanding istrinya) cenderung merasa besar kepala, tidak-puas, dan bersikap lebih menyebalkan," tulisnya.
Sehingga menurutnya, hal ini dapat membuat istri lebih insecure, tertekan, dan membalas bersikap negatif pada suami dan demikian seterusnya. Jadi siklus yang makin lama makin memperburuk kualitas hubungan," tulis konselor hubungan sekaligus founder KelasCinta.com tersebut.
Sementara itu, lanjut Lex, suami yang memiliki penampilan fisik kurang menarik dibanding istri, cenderung merasa puas, beruntung, mau bekerja sama atau terlibat, lebih banyak dalam merawat hubungan dan berbagai kegiatan domestik.
"Sehingga istri merasa lebih diayomi, dipedulikan, jadi lebih gemar serta bersedia membalas sikap-sikap positif suami dan demikian seterusnya tercipta siklus yang memperkuat hubungan mereka," tulisnya lagi lewat akun Twitter pribadi di @lexdepraxis.
Lex sendiri mengutip dua jurnal penelitian yaitu Beyond Initial Attraction Physical Attractiveness Newlywed Marriage yang dipublikasikan jurnal Family Psychology dan penelitian berjudul Association Between Physical Attractiveness and Dieting Motivations.
Lewat dua penelitian itu, Lex berani menyimpulkan bahwa perempuan yang memiliki suami kurang keren cenderung lebih terpenuhi tingkat bahagia dan sejahtera dibanding perempuan yang bersanding suami lebih keren.
Lex kemudian mencoba menarik benang merah dari dua penelitian tersebut. Meski tidak bisa menjadi preseden bahwa semua laki-laki tampan adalah tipikal suami rese dan menyebalkan, namun ia berharap ada pelajaran yang bisa diambil.
Beberapa pelajaran itu adalah, bagi perempuan yang tengah mencari pasangan, meski laki-laki dengan penampilan alakadarnya cukup banyak di dunia, bukan berarti tidak ada yang dari mereka yang tidak \'belagu\'. "Jadi kalau pasangan kamu \'jelek\' tapi sikapnya belagu dan tidak kooperatif atau suportif dalam hubungan, langsung buang saja di pinggir jalan, Ada banyak pilihan kok."
Kedua, bagi laki-laki yang secara beruntung dikaruniai tampang keren tidak pas-pasan, ia mengimbau agar mau melakukan apresiasi dan investasi dalam hubungan lebih banyak.
"Ingat, istri yang bahagia adalah keluarga yang bahagia. Kalau dia tidak bahagia, itu pasti akan menular memperparah ketidakpuasan dalam hubungan,"jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.