Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Panitia menyiapkan pementasan wayang kulit di Ndalem Yudonegaran, Selasa (12/11/2019)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA - Cerita tentang Babad Diponegoro menarik untuk diulas. Naskah yang ditulis langsung oleh Pangeran Diponegoro ini berusaha disampaikan kepada masyarakat sebagai cerita perjuangan yang inspiratif. Cerita ini ditampilkan melalui wayang kulit dengan mengangkat lakon Perang Jawa di Ndalem Yudonegara, Kota Jogja, Selasa (12/11/2019) malam.
Rahadi Saptata Abra dari Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) menjelaskan, Pangeran Diponegoro tetap menjadi sosok yang inspiratif dan bisa diteladani di era milenial saat ini. Salah satunya, ia termasuk taat hukum dan piawai dalam hal tata negara. Hal itu dibuktikan ketika Pangeran Diponegoro meminta pertimbangan dari ulama berusia tua dan muda untuk diminta pendapat tentang perang yang ia lakoni selama bertahun-tahun.
"Pangeran Diponegoro itu perang di usia 40 tahun, dalam babadnya diceritakan, ia minta tolong dicarikan ulama muda dan sepuh, supaya beliau tidak salah dalam perang menurut kaidah keagamaan. Beliau sempat diminta menjadi raja tetapi menolak," terangnya, Selasa (12/11/2019).
Selain itu banyak cerita Pangeran Diponegoro yang masih sangat relevan untuk diterapkan di era saat ini. Ia menambahkan, cerita-cerita itu berasal dari Babad Diponegoro yang ditulis langsung oleh Pangeran Diponegoro. Babad ini telah mendapatkan penghargaan dari Unesco sebagai warisan ingatan dunia pada 2013 silam.
Naskah ini menjadi satu dari tiga naskah kuno di Indonesia yang sudah diakui dunia. Pihaknya menggunakan babad ini karena ditulis langsung oleh Diponegoro, mengingat bermunculan berbagai versi babad yang menceritakan tentang Diponegoro.
Rahadi menilai karena besarnya makna cerita yang terkandung di babad tersebut, ia merasa masyarakat perlu mendapatkan informasi inspiratif tersebut, salah satunya ditayangkan lewat wayang. Terkait perang Jawa misalnya, hal itu sebenarnya tidak sesederhana bahwa Diponegoro marah karena tanah leluhurnya diganggu Belanda. Tetapi ada latar belakang lain yang sudah lama, sehingga perang itu kemudian harus dilakukan.
Hal ini diceritakan detail di babad tersebut. Wayang kulit dinilai menjadi media tepat untuk syiar tentang Diponegoro. Selain itu wayangan juga digelar untuk memperingati hari pahlawan dan hari lahir Pangeran Diponegoro ke-234 yang jatuh setiap 11 November.
"Menceritakan di babad salah satunya dengan wayang karena dengan tren, sudah dimainkan di 11 kali di berbagai kota. Babad Diponegoro menceritakan banyak hal yang inspiratif. Wayang kulit ini mengangkat dari sisi apa latar belakang perang Jawa, semangat Diponegoro sampai lima tahun perang tanpa ampun, ini tidak menyerah tetapi dijebak Belanda. Lewat wayang lebih mudah dicerna," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.