Prakiraan Cuaca BMKG Minggu, Hujan Ringan hingga Udara Kabur Melanda Sejumlah Kota
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Yan Vellia. /Ist- Youtube YanVelliaOfficial
Harianjogja.com, SOLO-- Penyanyi Didi Kempot tengah naik daun. Para penggemarnya yang disebut Sobat Ambyar, tentunya sudah mengenal dan hafal dengan lagu-lagu Didi Kempot.
Tetapi, apakah Anda pernah melihat dan mengenal istri Didi Kempot yang selalu setia mendampinginya? Kalau belum, kenalan dulu yuk.
Yan Vellia, istri Didi Kempot ini ternyata juga merupakan seorang penyanyi. Yakni penyanyi dangdut.
Pendangdut berusia 37 tahun itu telah mengeluarkan beberapa lagu, di antaranya Duda Kalimantan, Kewer-Kewer, Separuh Hati, Layang Tresno, dan masih banyak lagi.
Dirangkum dari berbagai sumber, Senin (28/10/2019), wanita asal Semarang, Jawa Tengah, ini mengawali karier di dunia tarik suara pada 1980-an.
Yan Vellia tercatat pernah bergabung dengan Orkes Dangdut Ervana 89 yang merupakan grup orkes dangdut terkenal di Solo kala itu.
Yan Vellia juga berkontribusi terhadap karya yang dikeluarkan oleh suaminya. Ia beberapa kali tampil menjadi teman duet Didi Kempot.
Adapun lagu yang mereka bawakan berjudul Modal Dengkul, Ora Nganteng, Perawan Kalimantan, dan beberapa lagu lainnya.
Fakta lain menyebutkan, usia Didi Kempot terpaut 15 tahun lebih tua dari istrinya.
Meski usia keduanya terpaut 15 tahun, namun pasangan suami-istri ini tetap kompak dalam menjalani kehidupan dan saling menyayangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.