Subsidi BBM-LPG 3 Kg 2027 Dipangkas, DPR Soroti Potensi Kesalahan Data Pemerintah
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Konferensi pers film Kemarin. /Suara.com-Marni
Harianjogjogja.com, JAKARTA- Grup musik Seventeen pernah mengalami tragedi. Perjalanan karier mereka akhirnya diangkat ke layar lebar. Film yang mengusung konsep drama dokumenter itu diberi judul, Kemarin.
Menurut sang vokalis, Riefian Fajarsyah alias Ifan, awalnya film tersebut dibuat untuk mengenang 20 tahun Seventeen berkarya.
"Sebelum kejadian tsunami itu, sebenarnya kita berempat memutuskan bikin film dokumenter untuk mengenang 20 tahun Seventeen pada 20 januari 2019. Karena kita punya footage video dari awal karier. Tapi kita malah mengalami musibah sebulan sebelumnya," ujar Ifan Seventeen di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (29/10/2019).
Pada 22 Desember 2018, seluruh personel Seventeen kecuali Ifan diketahui meninggal dunia saat tsunami menerjang Tanjung Lesung, Banten. Mereka adalah Bani (bass), Herman (gitar) dan Andi (drum).
Dari situlah konsep film dokumenter Seventeen berubah. Kali ini sang sutradara, Upie Guava bilang film Kemarin akan memperlihatkan perjalanan Seventeen dari awal meniti karier hingga pasca-tsunami.
Terhitung ada 55 jam footage yang berhasil dikumpulkan termasuk video detik-detik tsunami terjadi saat Seventeen manggung di Tanjung Lesung.
"Titik awal pembuatan film ini kan dokumenter. Jadi banyak ngobrol sama Ifan dan yang survive di kejadian itu. Kalau membayangkan mereka saat itu banyak emosi yang saya rasa tidak cukup. Makanya perlu ada reka adegan di laut supaya tahu rasanya gimana ifan dua jam survive di laut. Reka adegannya itu saja sih," kata Upie Guava.
"Tapi tetap satu lagi titik terpenting itu adalah sehabis tsunami gimana ifan dan para istri personel lainnya menjalani hidup. Ini aspek menarik yang akan ditampilkan," sambungnya lagi.
Tak cuma itu, Ifan Seventeen pun sebetulnya cukup emosional ketika tahu kalau kumpulan video para personel Seventeen akan ditayangkan di bioskop.
"Kayak nggak percaya sih. Maksudnya hard to believe gitu. Kok yang difilmin yang anak-anaknya udah nggak ada. Temen-temenku, sahabat-sahabatku. Saudara-saudaraku. Ya pastilah. Sedihnya pasti. Pasti banyak," tutur Ifan Seventeen.
"Karena memang masih sangat susah untuk mengambil keputusan buat bikin dokumenter ini. Ya mungkin after lebaran kemarin lah baru benar-benar ‘Oke bismillah’ dengan footage video yang ada, kita tayangkan di bioskop," imbuh Ifan Seventeen.
Mantan suami Dylan Sahara ini bilang bakal mempersembahkan film tersebut untuk anak-anak personel Seventeen. Ifan mau membuat kenangan indah soal grupnya itu.
"Film ini akan jadi kenangan manis juga buat aku pribadi karena ada tentang aku dan Dylan [istrinya yang juga wafat saat tsunami] diceritain. Masing-masing personil juga ada tentang keluarganya, jadi ini akan jadi kenangan yang manis lah insya Allah akan jadi kenangan yang manis buat kita," kata Ifan Seventeen.
Rencananya Kemarin sendiri akan tayang di bioskop Tanah Air akhir tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.