Guru Bisa Adukan Masalah MBG ke BGN, Ini Kanal Resminya
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Ilustrasi kehidupan seksual./Telegraph
Harianjogja.com, JOGJA - Selain di sekolah, lingkungan keluarga maupun sosial juga bisa mengajarkan kita tentang pendidikan seksualitas.
Namun sayangnya, masih ada beberapa informasi kurang tepat yang hingga kini dipercaya masyarakat dan bisa saja semakin menyebar ke generasi berikutnya.
Agar tidak lagi \'salah kaprah\', berikut empat fakta tentang seks yang biasanya diketahui seiring tumbuh dewasa.
1. Berhubungan intim tanpa kondom pasti membuat hamil
Mungkin hal ini bertujuan untuk melindungi anak muda dari seks tidak aman, menurut Insider.
Namun faktanya, masing-masing orang memiliki kesuburan yang bervariasi. Jadi berhubungan intim tanpa kondom tidak selalu membuat hamil.
Menurut Dr. Maureen Whelihan, seorang OB / GYN di the Center for Sexual Health and Education, melakukan hubungan intim tanpa kondom selama ini yang berakhir pada kehamilan hanya 20%.
2. Siklus menstruasi akan sama dengan teman dekat
Pernahkah Anda mendengar bahwa siklus menstruasi akan sama dengan seorang teman jika sering menghabiskan waktu bersama?
Nyatanya, belum ada penelitian yang menemukan mekanisme \'sinkronasi\' menstruasi pada tubuh wanita, kata ginekolog Dr. Jen Gunter.
Selain itu, setiap wanita mengalami panjang siklus menstruasi yang bervariasi.
3. G-spot sebagai titik kepuasan wanita
Konsep G-spot, zona penginduksi kenikmatan yang seharusnya berada di dalam dinding depan vagina, telah menjadi topik populer selama bertahun-tahun.
Namun, konsep ini justru sulit dipahami karena kemungkinan G-spot tidak ada.
Bahkan, peneliti belum bisa menemukan tempat khusus ini.
Penulis buku \'The Vagina Bible\', Gunter pun mengira Gräfenberg (penemu konsep G-spot) salah menafsirkan bagian lain dari organ intim wanita, seperti klitoris yang penuh saraf.
"Bagian bawah vagina, dekat dengan uretra, akan terasa \'hebat\' bagi banyak wanita karena rangsangan di sini mengakses klitoris, tetapi dibutuhkan rangsangan yang tepat," katanya.
4. Tidak dapat melakukan hubungan intim yang aman dengan penderita Penyakit Menular Seksual (PMS)
Sebenarnya PMS, seperti klamidia, sifilis, gonore, dan HIV, dapat diobati dengan obat-obatan untuk mencegah penularan penyakit ke pasangan.
Selain itu, orang dapat menurunkan risiko penyebaran PMS ke pasangannya jika mereka menggunakan kondom.
Tes PMS yang dilakukan secara teratur juga dapat mencegah penyebaran infeksi tanpa membahayakan kehidupan seks seseorang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Pelajar SMP di Bantul dibekali kecakapan digital untuk menghadapi FOMO, cyberbullying, hoaks, dan risiko penggunaan layar berlebihan.
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar dari perusahaan induk keluarga Hartono.
Perizinan training ground PSS Sleman disebut sudah lengkap. Pemkab Sleman kini tinggal menunggu persetujuan Kementerian ATR.
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia dengan mesin V8 twin-turbo dan teknologi elektrifikasi yang menghasilkan tenaga hingga 920 PS.