Kepala BNPB Minta Maaf soal Pernyataan Karhutla Berjalan Normal
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Daniel Mananta./Okezone-Revi C. Rantung
Harianjogja.com, JAKARTA- Artis Raffi Ahmad pamit sejenak dari dunia hiburan. Selain karena kondisi kesehatan, presenter 32 tahun itu ingin lebih memaksimalkan waktu untuk keluarga kecilnya.
Presenter Daniel Mananta ternyata pernah bernasib sama dengan Raffi Ahmad. Dia mengaku pernah divonis mengidap tumor di bagian pita suaranya. Bahkan selama satu bulan dia tidak bisa bicara dengan orang lain.
Mendengar hal tersebut, lelaki 38 tahun itu sempat depresi. Pasalnya suaranya terancam hilang dan kehilangan pekerjaan.
"Sempet depresi. Gue juga sadar kalau kekuatan gue adalah suara. Tuhan memudahkan bakat gue di suara. Dan suara gue ini bener-bener bisa mengubah kehidupan orang lain," ujar Daniel Mananta, saat ditemui di Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).
Lelaki yang memiliki tinggi badan 180 cm itu, takut identitasnya sebagai seorang presenter tanah air hilang.
"Depresinya sih lebih ke itu identitas gue sebagai presenter. Tapi ketika gue udah nggak bisa ngomong dan bukan presenter terkenal, identitas gue siapa. Gue bakal jadi siapa ke depannya. Itu yang bikin ketakutan," sambungnya lagi.
Beruntung Daniel Mananta tidak membiarkan depresinya itu berlarut-larut. Lelaki dua anak itu menjalani pengobatan dengan serius.
"Yg gue alami saat itu bukan kesembuhan mulut dulu tapi kesembuhan mental gue. Habis itu kesembuhan fisik. Kalau nanti sampai kejadian itu lagi, gue nggak akan sampai sedepresi itu," kata Daniel Mananta.
Beruntung dukungan keluarga besarnya membuat dia bisa melunturkan masa-masa depresinya. Apa lagi selama satu bulan dia sempat tidak bisa berbicara dengan keluarganya karena sakit di bagian tenggorokannya.
"Mereka [keluarga] support. Apapun yang gue lakuin ketika depresi sampai hari ini bonus buat gue. Soalnya gue bener-bener nggak ngomong selama satu bulan," pungkas Daniel Mananta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kepala BNPB Suharyanto meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataan soal aktivitas masyarakat tetap normal di tengah karhutla dan kabut asap.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.