Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Ilustrasi mayat. /Antara
Harianjogja.com, JOGJA - Jika kita melihat mayat bisa bergerak, pasti kita akan berpikir yang menggerakkannya adalah hantu atau sesuatu yang menakutkan lainnya.
Tapi sebuah penelitian menyebutkan jasad tubuh manusia bisa bergerak saat tubuh mengalami pembusukan alami. Pergerakan terjadi tanpa bantuan eksternal baik hewan atau pelaku kejahatan sekalipun.
Mengutip laman Medical New Today, Sabtu (21/9/2019) penelitian ini dilakukan Alyson Wilson peneliti Central Queensland University Rockhampton, Australia, dengan mencatat dekomposisi tubuh manusia di lahan tanah fasilitas penelitian Australian Facility for Taphonomic Experimental Research (AFTER).
Adapun tubuh manusia sebagai bahan penelitian di dapat melalui sumbangan, seorang lelaki dewasa yang meninggal karena sebab alamiah. Tubuh itu digunakan untuk melihat bagaimana proses tubuh manusia membusuk dan bertahan dalam kondisi alami.
Peneliti kemudian mengambil foto setiap proses pembusukan tubuh manusia selama lebih dari 17 bulan, dan ditemukan jasad tersebut nampak bergerak sendiri. Contohnya ketika pada awalnya mereka meletakkan lengan di samping tubuh, tapi pada satu titik peneliti mencatat, lengan bergeser dan terlempar ke satu sisi.
"Kami pikir gerakan itu terjadi terkait dengan proses pembusukan, saat tubuh manusia menjadi mumi dan ligamen mengering," jelas Wilson dalam sebuah wawancara.
Wilson dengan rekan penelitinya percaya pergeseran di tubuh manusia itu terjadi selama proses dekomposisi, sehingga temuan ini dapat membantu para ahli forensik memberikan perkiraan waktu kematian yang lebih akurat.
Dengan penelitian ini juga, peneliti berharap penyelidik nantinya dapat mengurangi kemungkinan membuat kesimpulan yang salah saat berada di TKP.
"Mereka [penyidik] akan memetakan tempat kejadian kejahatan, memetakan posisi tubuh korban, memetakan setiap bukti fisik yang ditemukan, dan dapat memahami penyebab kematian," kata Wilson.
Sebagai catatan, dalam penelitian dipastikan hewan pemakan daging tidak mendekati jasad. Penelitian ini dipublikasi Forensic Science International: Synergy. Sayangnya, pihak peneliti belum mempublikasikannya dalam makalah penelitian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.