Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi. /Ist-Instagram @daryl_wijaya
Harianjogja.com, BANYUWANGI - Cerita tentang KKN di Desa Penari menjadi viral. Banyuwangi disebut-sebut sebagai lokasi cerita tersebut, meski tidak ada penjelasan tentang kebenarannya.
Selain populer lantaran diidentikkan dengan KKN Desa Penari yang viral dengan kisah mistisnya, Kabupaten Banyuwangi ternyata mempunyai beberapa tempat yang kental bernuansa mistis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisparbud) Kabupaten Banyuwangi MY Bramuda menjelaskan ada beberapa lokasi wisata di Banyuwangi yang memiliki unsur mistis.
"Yang paling ikonik tentu Taman Nasional Alas Purwo, ada juga Rowo Bayu di Songgon, Situs Antaboga di Kecamatan Glenmore, itu yang berkaitan dengan wisata spiritual," ungkap Bramuda, Kamis sore (5/9/2019).
Selain tempat wisata \'mistik\' tersebut, budayawan lokal Moh. Syaiful menyebut ada beberapa tempat wisata lainnya yang memiliki unsur klenik. Meski memiliki unsur klenik dan mistis, Syaiful tak menampik bila keberadaan tempat - tempat itu menarik para wisatawan untuk mencari tahu budaya, adat istiadat, hingga kearifan lokal Banyuwangi.
"Selain Alas Purwo, tempat lainnya Keraton Macan Putih, Alas Bayu atau orang mengenalnya Rowo Bayu, Makam Syekh Siti Jenar di Lemahbang, di Watu Dodol juga ada makam yang dulu pernah dijadikan lokasi shooting program Tukul Arwana di televisi swasta," jelas Syaiful.
Namun meski terdapat sejumlah tempat wisata yang terkesan mistis, terlebih pasca viralnya kisah mistis KKN Desa Penari pihak Pemkab Banyuwangi akan memanfaatkan hal itu untuk memasarkan wisata - wisata dengan kode - kode yang unik dan mengemas menarik.
"Ya kita akan mengemas marketing dengan jenius untuk menguntungkan kita, kata - kata KKN kita artian dengan Keliling - Keliling Nyantai, lalu mengubah desa santet menjadi Internet sekaligus menaikkan brand smart kampung Banyuwangi," beber Kadisbudpar Banyuwangi MY Bramuda.
Ia mencontohkan di Alas Purwo misalnya, sempat terkesan \'angker\' dengan tempat - tempat mistisnya, namun lambat laun wisatawan melirik Alas Purwo dengan keindahan alamnya berupa hamparan savana, hutan, hingga pantainya yang masih alami.
"Sekarang Alas purwo menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, keindahan savananya, hutannya, hingga pantainya cukup membuat orang tertarik ke sana," lanjutnya.
Tak heran bila berdasarkan data dari Disbudpar setempat pada tahun 2018 setidaknya ada 5,3 juta orang wisatawan Indonesia dan 101 ribu orang turis asing yan berkunjung ke Banyuwangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.