Polisi Dalami Izin Ekskul Sekolah Terkait 995 Airsoft Gun
Polisi mendalami izin ekskul menembak dan penyimpanan 995 airsoft gun yang ditemukan di sekolah swasta Pondok Pinang, Jaksel.
Ilustrasi/Hoovers
Harianjogja.com, JAKARTA - Media sosial ternyata mempunyai pengaruh buruk di kalangan remaja, yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka.
Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Child & Adolescent Health, menunjukkan media sosial membuat para remaja kurang tidur, aktivitas fisik menurun, dan meningkatkan paparan terhadap perundungan.
"Hasil penelitian memperlihatkan bahwa media sosial tidak berbahaya, tetapi penggunaannya yang sering akan mengganggu kegiatan yang baik untuk kesehatan mental seperti tidur dan berolahraga," kata Russel Viner, penulis studi dari UCL Great Ormond Street Institute of Child Health.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa media sosial membuat anak-anak muda terpapar konten berbahaya, dan mengalami perundungan siber.
Kesimpulan studi itu didapat setelah peneliti menganalisis data dari hampir 10.000 anak berusia 13-16 tahun di Inggris.
Tim peneliti mewawancarai mereka sejak 2014 hingga 2015, dan bertanya tentang kepuasan hidup, kebahagiaan, kegelisahan, dan media sosial mereka termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, dan Snapchat.
Hasilnya, anak perempuan ditemukan lebih terpapar dampak buruk media sosial, dibandingkan anak laki-laki.
Menurut penelitian itu, anak perempuan mengalami tekanan psikologis lebih berat karena kualitas tidur yang buruk dan perundungan siber.
Semakin lama mereka menghabiskan waktu untuk media sosial, makin besar pula kesulitan yang dialami.
Studi itu menyarankan kepada orang tua dan penyedia layanan kesehatan fokus pada strategi untuk mengatasi perundungan siber, meningkatkan kualitas tidur, dan mendorong mereka aktif secara fisik.
Perubahan tersebut, menurut Bob Patton seorang dosen psikologi klinis di University Surrey, dapat membantu mengurangi dampak fisik dan psikologis dari media sosial, demikian seperti dilansir Medical Daily.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi mendalami izin ekskul menembak dan penyimpanan 995 airsoft gun yang ditemukan di sekolah swasta Pondok Pinang, Jaksel.
Kemenhub memperluas ETLE Hub ke 51 titik untuk mengawasi angkutan barang dan mengejar target zero ODOL pada 2027.
Puslabfor Bareskrim Polri menemukan 30 item senjata, amunisi, dan sparepart saat olah TKP sekolah di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Bapanas memperketat pengawasan 40 merek beras fortifikasi di ritel modern. Lebih dari 100 sampel diuji dan izin edar bisa dicabut jika melanggar.
Penahanan Ngadiman, Lurah Garongan nonaktif, ditangguhkan karena alasan kesehatan. Polisi mempercepat pemberkasan untuk dilimpahkan ke Kejari Kulonprogo.
KSPN menyiapkan aksi buruh di DPR dan Istana pada akhir Agustus atau September 2026 dengan membawa lima tuntutan UU Ketenagakerjaan baru.