5 Bandara Dibuka Lagi Usai Erupsi Anak Krakatau, Ini Tantangannya
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.
Para pemain di film Dua Garis/Akbar Evandio
Harianjogja.com, JAKARTA -- Dwi Sasono mengaku sudah membayangkan menjadi seorang ayah dari anak yang usianya menginjak remaja, sejak menerima sinopsis film Dua Garis Biru, Dirinya mengakui terbawa emosi saat proses reading film yang dibintanginya.
“Saya merasakan dari Dua Garis Biru mengirimkan naskahnya adalah perasaan yang cukup sesak, karena saya memiliki anak perempuan, sehingga saya merasa ini adalah sebuah pelajaran yang saya perlu dapatkan dari film tersebut,” ungkapnya di Press Conference Dua Garis Biru, di Epicentrum XXI, Rasuna Said, Kamis, (27/6/2019).
Memiliki posisi sebagai ayah membuat Dwi membayangkan bahwa setiap adegan dan momen yang divisualisasikan di film adalah hal yang menurutnya agar tidak sampai terjadi kepada anaknya dan seluruh perempuan.
“Saya adalah seorang bapak, sehingga ketika berada dalam salah satu adegan saya merasakan puncak emosi yang tidak dapat dijelaskan. Hal itu karena saya membayangkan hal tersebut terjadi pada anak saya [Widuri], dimana pada momentum tersebut saya merasa pecah dan menangis serta merasakan sesak,” ujarnya.
Dwi mengakui bahwa adegan di usaha kesehatan sekolah (UKS) adalah adegan dengan puncak yang paling menguras emosi, selain karena proses yang digarap adalah dengan konsep one shot, yaitu pengambilan gambar secara sekali untuk satu take.
“Adegan di UKS adalah bagian yang paling menguras emosi, dimulai dari proses reading, serta Gina, juga memiliki konsep one shot. Serta, untuk diketahui ketika beradegan dalam momen tersebut saya merasa ingin memukul Angga, karena penghayatan peran,”
Dwi mengungkap bahwa Gina .S. Noer sebagai sutradara, memberikan dirinya sebuah konsep yang sangat menarik dengan dua keluarga yang berbeda dan pemilihan pemeran yang tepat, sehingga menurutnya proses penggarapan film berjalan dengan sangat baik.
“Pendidikan Seks di usia dini tidak dapat untuk disembunyikan, karena hal tersebut adalah salah satu bekal untuk menyelamatkan anak-anak kita. Saya berharap film ini dapat menjadi cermin dan visualisasi dalam mengedukasi untuk menjadi bekal untuk para keluarga dan masyarakat,” harapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Senin 29 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini.
Kemenkop menjelaskan alasan manajer Kopdes Merah Putih tak selalu ditempatkan sesuai domisili dan mekanisme penempatannya.