BPOM Percepat Izin UMKM untuk Koperasi Desa Merah Putih
BPOM mempercepat perizinan produk UMKM untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan tetap menjaga standar keamanan, mutu, dan kualitas produk.
Para pemain di film Dua Garis/Akbar Evandio
Harianjogja.com, JAKARTA -- Dwi Sasono mengaku sudah membayangkan menjadi seorang ayah dari anak yang usianya menginjak remaja, sejak menerima sinopsis film Dua Garis Biru, Dirinya mengakui terbawa emosi saat proses reading film yang dibintanginya.
“Saya merasakan dari Dua Garis Biru mengirimkan naskahnya adalah perasaan yang cukup sesak, karena saya memiliki anak perempuan, sehingga saya merasa ini adalah sebuah pelajaran yang saya perlu dapatkan dari film tersebut,” ungkapnya di Press Conference Dua Garis Biru, di Epicentrum XXI, Rasuna Said, Kamis, (27/6/2019).
Memiliki posisi sebagai ayah membuat Dwi membayangkan bahwa setiap adegan dan momen yang divisualisasikan di film adalah hal yang menurutnya agar tidak sampai terjadi kepada anaknya dan seluruh perempuan.
“Saya adalah seorang bapak, sehingga ketika berada dalam salah satu adegan saya merasakan puncak emosi yang tidak dapat dijelaskan. Hal itu karena saya membayangkan hal tersebut terjadi pada anak saya [Widuri], dimana pada momentum tersebut saya merasa pecah dan menangis serta merasakan sesak,” ujarnya.
Dwi mengakui bahwa adegan di usaha kesehatan sekolah (UKS) adalah adegan dengan puncak yang paling menguras emosi, selain karena proses yang digarap adalah dengan konsep one shot, yaitu pengambilan gambar secara sekali untuk satu take.
“Adegan di UKS adalah bagian yang paling menguras emosi, dimulai dari proses reading, serta Gina, juga memiliki konsep one shot. Serta, untuk diketahui ketika beradegan dalam momen tersebut saya merasa ingin memukul Angga, karena penghayatan peran,”
Dwi mengungkap bahwa Gina .S. Noer sebagai sutradara, memberikan dirinya sebuah konsep yang sangat menarik dengan dua keluarga yang berbeda dan pemilihan pemeran yang tepat, sehingga menurutnya proses penggarapan film berjalan dengan sangat baik.
“Pendidikan Seks di usia dini tidak dapat untuk disembunyikan, karena hal tersebut adalah salah satu bekal untuk menyelamatkan anak-anak kita. Saya berharap film ini dapat menjadi cermin dan visualisasi dalam mengedukasi untuk menjadi bekal untuk para keluarga dan masyarakat,” harapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
BPOM mempercepat perizinan produk UMKM untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan tetap menjaga standar keamanan, mutu, dan kualitas produk.
Pemkab Kulonprogo menargetkan pengadaan tanah kas pengganti Kalurahan Palihan rampung Oktober 2026 setelah tim dibentuk dan audit selesai.
Hari Jadi ke-222 Klaten diperingati 28 Juli. Bupati terdahulu menyampaikan doa dan harapan agar Klaten semakin maju dan sejahtera.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.