Garuda Indonesia Permudah Ubah Jadwal dan Refund Tiket Online
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
Ilustrasi murung atau sedih - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ada beberapa cara yang bisa membantu Anda mencegah depresi, meskipun kadang tidak bisa dihindari.
Dilansir dari Healthline.com Kamis, (28/11/24) beberapa cara alami bisa membantu mengurangi gejala depresi.
Aktivitas fisik, seperti jalan cepat, jogging, atau yoga, membantu meningkatkan suasana hati dengan melepaskan endorfin. Olahraga juga dapat memperbaiki kualitas tidur dan meredakan stres.
Olahraga ini juga tidak terpatok dengan bentuk-bentuk tertentu. Sebab olahraga dapat mengembangkan stamina Anda, keseimbangan, dan daya tahan tubuh.
Makanan bergizi memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan mental. Konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi omega-3, seperti ikan salmon, dapat membantu mengurangi gejala depresi. Hindari alkohol dan makanan tinggi gula yang dapat menimbulkan perasaan cemas.
Memiliki pola makan yang sehat amat sangat penting untuk mengurangi gejala depresi. Sebab apa yang dimakan benar-benar berpengaruh terhadap tubuh dan perasaan Anda.
Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk kesehatan mental. Usahakan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari untuk mengatur ritme sirkadian tubuh.
Hindari penggunaan barang-barang tertentu diatas kasur seperti handphone, laptop, dan buku. Hindari juga tidur di siang hari, agar tubuh Anda tidak terjaga pada malam hari dan tidak terkena gangguan kecemasan.
Mendengarkan musik yang menenangkan atau bermain alat musik dapat membantu mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati. Musik membantu menenangkan pikiran dan menciptakan perasaan nyaman.
Penelitian lebih lanjut juga menyebutkan bahwa musik mampu mempengaruhi suasana hati yang kemudian menstimulasi hormon kebahagiaan.
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo Segera Tembus hingga Prambanan, Kontraktor Siap Pasang Penerangan Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Yoga dan meditasi membantu menenangkan pikiran serta meningkatkan kesadaran diri. Teknik pernapasan dalam yoga juga membantu mengurangi hormon stres dan meningkatkan keseimbangan emosional
Dilansir dari Healthline, penelitian juga menunjukan bahwa dengan melakukan yoga dan kegiatan meditasi dengan teknik tertentu, menciptakan kondisi tubuh yang peka terhadap lingkungan sekitar.
Menulis hal-hal yang Anda syukuri setiap hari dapat membantu mengubah pola pikir menjadi lebih positif dan mengurangi gejala depresi.
Hal ini juga menjadi aktivitas untuk memvalidasi perasaan dan emosi Anda. Kegiatan ini membantu Anda untuk memfokuskan emosi yang sedang dirasakan.
Bersosialisasi dengan orang-orang terdekat dan menjaga hubungan yang positif dapat membantu mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Hal ini juga membantu pengidap depresi untuk menyalurkan emosinya ke hal yang lebih positif sehingga tidak mengalami kecemasan berlebih
Metode ini efektif untuk mengelola depresi ringan hingga sedang, namun jika gejala memburuk, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan mental untuk perawatan lebih lanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Garuda Indonesia memperbarui Manage My Booking untuk memudahkan penumpang mengubah jadwal, rute, dan mengajukan refund secara mandiri.
Marc Marquez mengoleksi 374 poin setelah finis kedua di Sprint MotoGP Malaysia 2026. Ia kini unggul 19 poin atas Jorge Martin.
Survei SNEF menunjukkan 85 persen penggunaan AI dalam fungsi SDM di Singapura masih memerlukan konfirmasi manusia, terutama untuk keputusan penting.
PSIM Jogja mematangkan persiapan selama sepekan jelang melawan Borneo FC. Guntur mewaspadai kedalaman skuad dan keberadaan Reva Adi.
LPDP membuka tujuh program beasiswa Co-Funding 2026 untuk S2 dan S3 di lima negara. Simak kampus tujuan, syarat usia, skor bahasa Inggris, dan jadwal seleksi.
PCA Ngampilan menggelar Temu Lansia DCLA Siti Walidah yang diikuti 200 peserta, disertai pemeriksaan kesehatan gratis dan kajian keagamaan.