Polri Geser Anggaran Rp3,6 Triliun untuk Pengamanan VVIP
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Gejala kanker ovarium. /boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Kanker ovarium memengaruhi organ reproduksi wanita (ovarium atau indung telur) yang menyimpan sel telur. Siapa pun yang memiliki ovarium dapat terkena kanker ovarium.
Kanker ovarium kebanyakan menyerang wanita berusia di atas 5 tahun. Dilansir dari indiatimes.com, kanker ovarium sering terlambat didiagnosis karena sulit didiagnosis sejak dini karena tidak ada gejala yang terlihat pada tahap awal. Walaupun sulit didiagnosis secara dini, ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan dan diwaspadai oleh wanita.
BACA JUGA : Tangani Kanker Sesuai Peran Masing-Masing
Ketua Ginekologi dan Onkologi Gynae, Medatna, Gurugram Sabhyata Gupta dalam indiatimes.com menjelaskan mengenai gejala-gejala yang dialami penderita kanker ovarium. Berikut gejala-gejalanya.
- Perut kembung atau bengkak
- Nyeri panggul atau perut
- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
- Kesulitan makan atau merasa cepat kenyang
- Sering buang air kecil
- Kelelahan
- Nyeri punggung
- Sembelit
- Perubahan menstruasi
- Pendarahan dari vagina setelah menopause
Banyak wanita dengan kanker ovarium tidak mengalami gejala sama sekali. Karena itu, kanker ovarium sering disebut sebagai pembunuh diam-diam.
BACA JUGA : Lebih dari 92.000 Warga Sleman Mengidap Kanker,
Dr. Gupta mengatakan, sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan ginekologi secara teratur. Dokter yang melakukan pemeriksaan ginekologi perlu pemeriksaan pada panggul, terutama bagi wanita yang berisiko lebih tinggi terkena kanker ovarium.
Wanita yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ovarium salah satunya adalah diturunkan dalam keluarga atau genetik.
Tidak hanya genetik, wanita yang memiliki kanker payudara atau kanker kolorektal, memiliki mutasi genetik yang dikenal sebagai BRCA1 atau BRCA2, riwayat kanker atau endometriosis, mengalami obesitas, menjalani terapi hormon setelah menopause, atau yang tidak pernah hamil.
Jika memiliki tanda-tanda awal yang sudah disebutkan, Anda perlu melakukan pemeriksaan dan konsultasi mengenai pencegahan atau pengobatan ke dokter. Ketika kanker ovarium terdeteksi secara dini, pengobatan akan lebih cepat. Pengobatan untuk kanker ovarium ada beberapa pilihan, yaitu pembedahan, kemoterapi, atau kombinasi keduanya.
BACA JUGA : Pemahaman tentang Kanker Akan Turunkan Risiko
Dilansir dari cdc.gov, tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah kanker ovarium, tetapi ada hal-hal yang membuat kemungkinan terkena kanker ovarium lebih rendah sebagai berikut.
- Telah menggunakan pil KB selama lima tahun atau lebih
- Telah menjalani ligasi tuba atau mengikat tuba, kedua indung telur diangkat, atau histerektomi (operasi rahim atau leher rahim diangkat).
- Menyusui
Namun, cara-cara tersebut mungkin tidak berhasil di beberapa orang. Ada beberapa orang yang menyusui lebih dari setahun atau menggunakan pil KB selama lima tahun, tetapi tetap terkena kanker ovarium. Begitu juga sebaliknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
Gunung Ile Lewotolok di Lembata, NTT, erupsi dua kali. Kolom abu mencapai 600 meter dan warga diminta menjauhi sejumlah zona bahaya.
MK mengucapkan putusan atau ketetapan empat permohonan uji materiil UU pada Senin, termasuk soal APBN, ITE, Polri, dan KUHAP.
Klasemen Liga Inggris 2026/2027 setelah pekan ketiga. Man City memimpin dengan 9 poin, Arsenal kedua, sedangkan MU berada di posisi ke-11.
Kebakaran kawasan pasar di Kampung Bapouda, Paniai Timur, menewaskan 11 orang. Polisi menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan 40 bangunan.
Sebanyak 219 kafilah dari 14 kemantren mengikuti STQH Kota Jogja 2026. Hasto mendorong penguatan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.