Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi/Dailyurbanista
Harianjogja.com, JAKARTA— Sindrom Othello (Othello Syndrome) adalah gangguan psikologis yang dikaitkan dengan adanya rasa ketidakpercayaan dan cemburu kepada pasangan. Kondisi ini menjadikan penderitanya selalu berpikir bahwa kekasihnya tidak setia.
Mulanya istilah sindrom Othello ini dikemukakan oleh psikiater Inggris, John Todd dan K Dewhurst, melalui publikasi di Journal of Nervous and Mental Disorder tahun 1955 dengan judul 'The Othello Syndrome: A Study in The Psychopathology of Sexual Jealousy'.
Tak hanya itu, Sindrom Othello juga mulai populer setelah adanya sebuah karakter dalam Shakespeare yang dicirikan dengan rasa kecemburuan yang tidak sehat dan keyakinan secara terus-menerus yang menganggap pasangannya tidak setia.
Penderita sindrom Othello akan menunjukkan perubahan mental yang sangat mengerikan. Mereka cenderung menjadi lebih agresif, emosional, dan mudah tersinggung. Oleh karenanya, sindrom Othello ini bisa menjadi gangguan yang sangat menyusahkan bagi penderita dan pasangannya.
Kondisi ini tentunya sangat memengaruhi kualitas hubungan. Sebab, Othello Syndrome dapat menyebabkan adanya ketegangan tinggi dalam hubungan. Akhirnya hubungan percintaan menjadi tidak sehat untuk jangka panjang.
Dilansir dari Copecenter, sindrom Othello memiliki beberapa tanda yang secara jelas dialami oleh para penderitanya, berikut ciri-cirinya:
– Terus-menerus menuduh pasangan tidak setia
– Sibuk memperhatikan orang lain dengan kecurigaan
– Menyerang privasi orang lain
– Menguntit orang yang dicurigai
– Menunjukkan kecemburuan yang ekstrem
– Ketidakmampuan untuk mengontrol diri
– Mencari berbagai bukti bahwa pasangannya tidak setia
– Mencari-cari kesalahan pasangannya
– Melakukan pelecehan verbal dan fisik
1. Obsesi Tinggi Terhadap Pasangan
Menurut penelitian, Othello Syndrome lebih banyak menyerang pria daripada wanita. Pria dikatakan cenderung mengalami emosi yang lebih intens daripada wanita yang kemudian membuat mereka lebih terobsesi dengan keraguan tentang hubungan.
2. Trauma
Othello Syndrome juga dapat disebabkan oleh trauma. Penderita gangguan psikologis ini bisa saja memiliki riwayat hubungan yang tidak stabil dengan orang disekitarnya. Misalnya, mereka tumbuh di dalam keluarga yang tidak harmonis. Terlebih jika sewaktu kecil mereka pernah menyaksikan secara langsung pertikaian kedua orang tua yang disebabkan oleh perselingkuhan.
Hal inilah yang akhirnya bisa menyebabkan seseorang memiliki rasa ketidakpercayaan dan ketidakstabilan dalam hubungan orang dewasa. Selain itu, gangguan keterikatan bisa menjadi penyebab lain untuk Sindrom Othello.
3. Tidak Percaya Diri (Insecure)
Sindrom Othello juga dapat terjadi akibat tingginya rasa ketidakpercayaan diri. Ketika sedang merasa insecure, seseorang akan cenderung memiliki ketakutan akan pengkhianatan dan penolakan. Kemudian ini akan memunculkan perasaan cemas kepada pasangan sendiri. Perasaan insecure ini menjadi salah suatu perasaan di mana seseorang akan dibayang-bayangi dengan pikiran buruk bahwa dirinya tidak begitu pantas menjadi pendamping dari pasangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.