Adik Hilang, Suami Selamat, Tangis Keluarga Korban Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Menggigit kuku/ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Kebiasaan mengigit kuku, mengelupasi kulit bibir, mencabut rambut atau menggaruk kulit yang sulit dikontrol bisa jadi disebabkan oleh kondisi psikis.
Dilansir dari akun twitter milik psikolog klinik Disya Arinda dengan akun @disyarinda, membuat thread tentang bahaya dan penyebab kebiasaan yang merusak tubuh.
Body Focus repetitive behaviors (BFRBs) singkatnya ini adalah sebuah kondisi yang ditandai adanya dorongan intens untuk mengigit, mengaruk, dan mencabut bagian tubuh sendiri, biasanya berupa kuku, kulit, mulut, dan rambut secara berulang yang mengakibatkan luka pada tubuh.
Sejauh ini masih belum ada riset tentang BFRBs ini, jadi masih belum jelas pasti penyebabnya apa, tetapi faktor-faktor risikonya di antara lain adalah faktor keturunan dan faktor psikologis, pada buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) belum ada diagnosis khusus, hanya saja ini masuk ke dalam kelompok gangguan yang berkaitan dengan obsessive-compulsive disorder (OCD). Meski demikian, BFRBs dan OCD sebetulnya berbeda, sering kali BFRBs juga seringkali berbeda dengan self-harm.
Meski BFRBs dengan OCD berbeda, bukan tidak mungkin seseorang dengan OCD pun punya kecenderungan melakukan BFRBS, begitu pula orang yang self-harm bisa mungkin muncul.
BACA JUGA: Ada Riwayat Kolesterol Tinggi dalam Keluarga Anda? Rutin Minum Ini!
BFRBs juga terbagi kedalam beberapa tipe yang umum dikenali di ranah psikologi klisinis.
Yang pertama ada BFRB pada kuku, biasanya adalah Onychophagia (kebiasaan dalam mengigit kuku), Onychotillomania (kebiasaan dalam mencabut kuku)
Kemudian BFRBs pada kulit biasanya adalah, Dermatillomania (memencet jerawat/ kulit, menggaruk bekas luka atau area kulit yang sehat), Dermatophagia : (menggigit dan memakan kulit) ini biasanya mengigit kulit sekitar kuku tangan yang terkelupas atau kulit bibir yang kering.
BFRBs pada mulut biasanya adalah, Morsicatio buccarum (menggigit/mengunyah pipi bagian dalam), Morsicatio Linguarum (menggigit/mengunyah lidah).
BFRBs pada rambut biasanya adalah, Trichophagia (memakan/mengunyah rambut yang masih mengakar di kepala), Trichotemnimania (memotong/mematahkan rambut dengan tangan sendiri), Tricotillomania (mencabut rambut dari kulit kepala bahkan sampai botak)
BFRBs sebeneranya ada banyak, namun lebih jarang daripada 4 tipe di atas, umumnya kebiasaan BFRBs dimulai sejak kecil (usia SD), ada yang bisa berhenti namun ada juga yang bertahan terus sampai dewasa, secara psikologi, prilaku berulang ini sulit untuk dihentikan seringkali menandakan adanya kecemasan.
BFRBs dilakukan sebagai upaya menurunkan kecemasaan, nanun ini tidaklah sehat, di sisi lain kebiasaan ini mungkin dilakukan karena menimbulkan kepuasaan tertentu pada diri seseorang. Sederhananya Ketika cemas, mungkin kita merasa tidak bisa mengontrol situasi.
BFRBs mungkin adalah manifestasi dari gangguan kecemasan. Jadi untuk bisa pelan-pelan mengubah kebiasaan BFRBs ini, perlu diatasi juga kecemasannya. Kalau di psikoterapi, BFRBs ini masuk ke dalam targeted behavior, salah satu dari banyaknya elemen yang perlu diproses dalam terapi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
Konflik Saudi-Houthi memanas. Pemerintah diminta memastikan keselamatan jemaah umrah, termasuk menyiapkan penundaan hingga pemulangan darurat.
Viral Bolosego diminta membayar parkir Rp2,5 juta per hari. Dishub Kota Jogja memastikan pungutan tersebut tak berizin.
Sebanyak 15 calon lurah ditetapkan untuk Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. Lurah terpilih dijadwalkan dilantik 8 Oktober 2026.
Presiden FAM Ab Ghani Hassan menargetkan Malaysia mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya membawa 23 pemain, termasuk tiga nama baru.
Kejagung menyita 11 mobil milik PT PSMI terkait dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu di Lampung.