Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Tampilan Jilboobs komunitas di Facebook (Facebook.com)
Harianjogja.com, JAKARTA - Majelis Ulama INDONESIA (MUI) berencana akan membahas terkait industri fesyen Jilboobs yang saat ini tengah fenomenal di Indonesia.
Pengurus MUI Muslih Mustofa mengatakan pihaknya selama ini belum mempelajari secara mendalam terkait fesyen bagi muslimah yang menonjolkan bagian dada tersebut.
"Itulah yang belum kami pelajari betul, biasanya kalau ada masukan, kami sampaikan di Rakernas. Ya, akan disampaikan di rapat nanti tentang Jilboobs," katanya di Galeri Cafe Cikini Jakarta, Rabu (6/8/2014).
Jilboobs merupakan sebutan bagi para wanita muslimah yang mengenakan jilbab tetapi memperlihatkan tonjolan di wilayah dada. Saat ini, khususnya di media sosial tengah ramai pembahasan tentang Jilboobs.
DIA menuturkan pihaknya sering mengimbau pada seluruh ormas Islam dan majelis ta'lim agar berdakwah dengan mengarahkan pada setiap muslimah untuk mengenakan pakaian sopan.
Menurutnya, Jilboobs yang tengah menjadi tren tersebut masih mendingan dibandingkan dengan fenomena wanita tuna susila muda yang 'cuek' sama sekali tidak mengenakan pakaian dalam.
"Sebenarnya fenomena Jilboobs itu sudah lama ada, itu sudah agak sopan, dan sebentar lagi saya kira akan hilang. Itu kan hanya tren fesyen saja," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Pelebaran Jalan Selokan Mataram Sleman belum tuntas karena pembebasan lahan. Sebanyak 11 bidang, termasuk sebagian Makam Santren Gejayan, disiapkan.
Kerja Ngejar Apa, Sih? tayang 12 November 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah persaingan masa probasi.
Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 di peringkat ke-16 dengan 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Sebanyak 600 lulusan SMK DIY dijadwalkan berangkat bekerja ke luar negeri pada 29 Oktober 2026. Mayoritas akan bekerja sebagai caregiver di Jepang.
Kasus Negreira kembali memanas setelah Real Madrid menyerahkan 50.000 halaman dokumen ke UEFA terkait Barcelona.