Musik Melankolis dan Sedih Banyak Disukai, Ini Alasannya

Tika Anggreni Purba
Tika Anggreni Purba Rabu, 29 Mei 2019 07:37 WIB
Musik Melankolis dan Sedih Banyak Disukai, Ini Alasannya

Ilustrasi musik/

Harianjogja.com, JAKARTA—Walau lagu atau musik sedih sering kali mengekspresikan kesedihan, faktanya banyak orang menikmati lantunan musik sedih.

Padahal kesedihan merupakan bagian dari =emosi negatif. Tetapi entah mengapa, mendengarkan musik sedih justru disukai oleh banyak orang.

Berikut ini beberapa alasan mengapa musik sedih dinikmati dan disenangi oleh banyak orang menurut laporan Psychology Today;

1. Nostalgia

Musik sedih dapat menjadi pemicu yang kuat ketika mengenang nostalgia masa lalu. Orang biasanya bernostalgia untuk meningkatkan suasana hatinya, apalagi jika kenangan itu adalah momen penting dan bermakna dalam hidup.

2. Perubahan emosi

Musik sedih seolah menggantikan emosi yang dialami pendengar pada kehidupan nyata. Alunan musik sedih menyalurkan rasa frustasi dan membersihkan emosi negatif pada seseorang. Ketika kita mendengarkan musik sedih, kita seolah terlepas dari segala ancaman atau bahaya di dunia nyata. Saat kita menangis pada keindahan musik sedih, kita tersentuh sangat dalam secara emosional.

3. Hormon prolaktin

Musik sedih berkaitan dengan hormon prolaktin yag menahan kita dari kesedihan. Musik sedih menipu otak untuk merespons dengan pelepasan prolaktin. Prolaktin menghasilkan perasaan tenang.

4. Empati

Empati manusia memainkan peran penting dalam kenikmatan musik sedih. Kita seolah memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain melalui musik.

5. Mengubah suasana hati

Musik sedih menghasilkan manfaat psikologi melalui pengaturan suasana hati, seperti memungkinkan pendengar untuk melepaskan diri dari situasi sulit seperti putus cinta, dukacita, dan sebagainya. Saat orang fokus pada keindahan musik sedih, pada saat itu masalah dan kesulitannya terlupakan sejenak. Apalagi jika lirik lagi berhubungan dengan pengalaman pribadi pendengar.

6. Teman bayangan

Musik seolah memiliki kemampuan untuk menemani dan membuat nyaman pendengarnya. Orang cenderung mendengar musik sedih ketika mereka tertekan atau kesepian. Nah, kehadiran musik membuatnya merasa tidak sendiri.
 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online