Masjid Tanim Diserbu Jamaah Haji RI! Ini Rahasianya
Masjid Tan’im jadi lokasi favorit jamaah haji Indonesia untuk miqat umrah sunah. Ini alasan dan waktu terbaik menurut PPIH.
Kain Tenun/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Merawat kain tenun gampang-gampang susah. Mirip seperti kain tradisional lainnya, harus ada perhatian istimewa.
Desainer Elga Naldy baru saja meluncurkan koleksi busana rancangan terbarunya. Sebagian besar koleksi busana tersebut berupa kebaya, kaftan, serta cocktail dress yang menggunakan bahan dasar kain tenun dari Bugis, Makasar, Sulewesi Selatan, yakni Tenun Sengkang.
Dalam rancangannya, Elga Naldy menginovasikan tenun Sengkang asli dengan benang halus dari bahan alami sehingga menjadi kain sutra dengan motif-motif khas tenun Sengkang. Elga mengatakan bahwa Tenun Sengkang memiliki ciri khas warna-warna kuat yang berkarakter.
Itulah mengapa, merawat busana dari tenun Sengkang harus dilakukan secara hati-hati. "Mengingat, ada warna yang harus dipelihara agar tidak pudar, material yang sangat halus, dan detil-detil pernak-pernik sepeti batu atau Swarovski yang dipakai sebagai hiasan tambahan,” ujar Elga belum lama ini.
Lebih lanjut Elga membeberan rahasia bagaimana cara merawat dan memelihara kain Tenun Sengkang atau busana yang dibuat dengan kain tenun yang sama agar tidak mengalami kerusakan. “Karena tenun merupakan kain yang dibuat dengan tangan, maka mencucinya tidak boleh menggunakan tangan, apalagi mesin cuci,” kata Elga.
Ia menekankan bahwa merawatnya adalah dengan dry clean alias tidak dicuci. Jadi perawatannya langsung dilakukan setelah pemakaian, yaitu dengan digantung di tempat yang teduh.
“Setelah dipakai, digantung di dalam ruangan, kemudian diangin-anginin. Tujuannya hanya untuk mengeringkan keringat yang menempel dan menghilangkan bau tak sedap yang menempel. Setelah itu simpan lagi di lemari,” katanya.
Menurut Elga terlalu berisiko jika kain Tenun Sengkang di cuci dengan direncam di air dan detergen. Sebab menggunakan pewarna alam bukan chemical. Jadi tidak boleh digabung dengan pakaian lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Masjid Tan’im jadi lokasi favorit jamaah haji Indonesia untuk miqat umrah sunah. Ini alasan dan waktu terbaik menurut PPIH.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026. Menkeu Purbaya menyebut konsumsi rumah tangga jadi penopang utama daya beli.
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.