Pajar Ariyana ke Final Asian Games 2026, Hadapi Kanoa Igarashi
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Ilustrasi anak sarapan. Kemendikbud
Harianjogja.com, JOGJA--Melewatkan sarapan atau makan pagi bisa berdampak buruk bagi anak-anak. Tidak hanya dapat menurunkan daya pikir tetapi juga memengaruhi perilaku mereka di sekolah.
Hal ini disampaikan Guru Besar Pangan dan Gizi lPB, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS. Menurut dia, anak yang lapar karena belum sarapan cenderung bermasalah di sekolah dan suka menyalahkan orang lain.
"Jadi perut lapar karena tidak sarapan bukan hanya menyebabkan penurunan prestasi akademik tapi juga perilaku anak di sekolah. Anak yang perutnya lapar cenderung membuat masalah di sekolah," ujar Prof Ali dalam Kick Off Koko OIimpiade 2019 di Jakarta, Selasa (22/1/2019).
Samanta Ananta, M.Psi., seorang psikolog, menambahkan bahwa konsumsi sarapan sehat di pagi hari memang memiliki kaitan dengan produksi hormon bahagia. Itu sebabnya anak yang sarapan menu-menu sehat di pagi hari cenderung lebih terhindar dari perilaku bermasalah karena tingkat kecemasan yang lebih rendah.
"Tingkat kecemasan anak yang sarapan, lebih rendah dibandingkan yang tidak atau sarapan tidak sehat. Anak yang sarapan bergizi mengalami peningkatan kadar oksigen di otak yang pada gilirannya mendorong pelepasan hormon bahagia sehingga anak lebih bersemangat menjalani aktivitas di sekolah," imbuh dia.
Mengutip hasil Riset Kesehatan Dasar 2010, Prof Ali mengatakan bahwa ada sekitar 26,1 persen anak Indonesia yang hanya mengonsumsi air putih, teh, atau susu saat sarapan. Selain itu hanya 10,6 persen anak yang sarapannya mencukupi kebutuhan energi diatas 30 persen. Hal ini berarti anak tidak memiliki modal energi untuk memulai hari di sekolah.
"Kalau tanpa sarapan anak akan loyo. Nguap terus dan itu indikasi tubuh menagih sesuatu yaitu glukosa yang merupakan makanan otak. Kalau asupan glukosa kurang, dia tidak bisa menyerap informasi dengan baik," imbuh dia.
Menurut Prof Ali sarapan yang sehat adalah sarapan yang mengandung zat gizi beranekaragam mulai dari karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin. Itu berarti dalam seporsi menu sarapan, tidak hanya mengandung nasi tapi juga sayur mayur, lauk dan buah-buahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.
Paus Leo XIV menyerukan Eropa memperkuat peran menjaga perdamaian global dan mendorong dialog untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina.