Prabowo Takziah ke Kediaman Megawati atas Wafatnya Guruh
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Vokalis band Seventeen, Riefian Fajarsyah alias Ifan (kiri) memberikan sambutan sesaat sebelum pemberangkatan jenazah istrinya, Dylan Sahara di rumah duka, di Kelurahan Kepatihan, Ponorogo, Jawa Timur, Selasa (25/12/2018)./Antara/Siswowidodo
Harianjogja.com, JAKARTA - Riefian Fajarsyah atau Ifan \'Seventeen\' menjadi salah satu korban selamat bencana tsunami Selat Sunda, Sabtu 22 Desember 2018. Dalam peristiwa itu Ifan harus kehilangan istri dan tiga rekan personel Seventeen.
Dari kejadian yang telah berlalu itu, Ifan pun mengkritisi kinerja Badan Metorologi, Klimatologi dam Geofisika (BMKG). Pria 35 tahun itu menyayangkan bahwa BMKG tak memberikan peringatan sebelum bencana alam berlangsung.
Tak hanya itu, menurut Ifan apa yang diumumkan BMKG setelah bencana masih simpang siur. Hal itu melihat dari pernyataan BMKG yang mengatakan bahwa apa yang terjadi di Anyer bukanlah tsunami, melainkan ombak besar.
"Kali ini aku mau ngomong buat apa ada BMKG kalau pemberitahuan setelah bencana saja salah, buat apa," ujar Ifan saat wawancara via telepon dengan salah satu stasiun televisi, Jumat 28 Desember 2018.
"Maksudku gini loh, BMKG itu badan yang dibangun untuk memperingatkan masyarakat terhadap tanda-tanda adanya bencana, kan begitu?," tambahnya.
Vokalis band Seventeen itu pun merasa jika informasi dikeluarkan setelah bencana terjadi tak telalu berarti. Hal tersebut lantaran masyarakat yang tengah berada di area bencana tak dapat berwaspada.
"Kalau informasinya dikeluarkan setelah adanya bencana ini kan berarti useless. Tapi kalau informasinya dikeluarkan setelah bencana ternyata salah aku juga nggak ngerti lagi," sambungnya.
Pelantun lagu Kemarin itu pun meluruskan bahwa kritikannya ini tak hanya berlaku pada bencana yang dia alami. Ifan pun berharap agar kedepannya tak ada orang lain yang merasakan hal sama dengan dirinya.
"Maksudku gini apa yang kusampaikan ini seenggak-enggaknya mungkin berguna, karena aku nggak pengen saudara-saudaraku merasakan apa yang aku rasain sekarang," pungkasnya.
Seperti diketahui, Ifan Seventeen menjadi korban selamat dari bencana yang terjadi di Selat Sunda. Pada saat itu, ifan beserta bandnya tengah mengisi acara gathering PLN di Pantai Tanjung Lesung. Di tengah aksi mereka membawakan sebuah lagu, tsunami pun menerjang dan merobohkan panggung. Sayangnya, tiga personel Seventeen lainnya tak dapat menyelamatkan diri. Atas peristiwa itu, Ifan juga harus rela kehilangan sang istri yang saat itu juga berada di lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal di usia 73 tahun.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.