Pengusaha RI Punya Waktu 3 Bulan Penuhi Standar Eropa
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Krisyanto./Antara-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Krisyanto vokalis band cadas Jamrud, langsung lari ke dataran tinggi saat tsunami menerjang kawasan pantai di Pandeglang, Banten, dan Lampung Selatan pada Sabtu malam (22/12/2018).
"Aku ngungsi ke dataran tinggi brader. Aku sekarang di rumah orang tua sudah tiga hari di Carita," kata Krisyanto mengabarkan kondisinya melalui pesan di grup Whatsapp, Minggu (23/12/2018).
Krisyanto mengatakan kejadian tsunami terjadi pada pukul 21.00 WIB, banyak orang berlarian sambil berteriak.
"Kejadiannya pukul 21.00 WIB malam. Orang pada berlarian sambil teriak air pasang. Satu kampung mengungsi semua ke dataran yang lebih tinggi brader," lanjutnya.
Tak hanya Krisyanto yang menjadi saksi terjadi tsunami kemarin malam, grup band Seventeen juga menjadi korban bencana alam yang menelan puluhan korban jiwa tersebut.
Seperti diketahui grup band Seventeen menjadi korban tsunami yang menerjang. Saat tsunami menerjang, grup band Seventeen sedang tampil menyanyikan lagu kedua mereka untuk acara gathering perusahaan PLN di pinggir laut Tanjung Lesung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
Basral Graito memilih menikmati pertandingan untuk menjaga fokus di Asian Games 2026 dan bersiap tampil di World Skate Paraguay.
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Polda Banten membongkar sindikat penyalahgunaan solar subsidi di Serang. Polisi menyita 1.000 liter solar dan menetapkan dua tersangka.
Pura Jagat Natha resmi berdiri di kawasan Alun-alun Kota Magelang. Kehadirannya melengkapi rumah ibadah lintas agama di kawasan tersebut.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.