2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Penyanyi Syahrini tampil pada konser bertajuk Journey of Syahrini: 10 Tahun Jambul Khatulistiwa di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (20/9/2018). /Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA - Konser \'Journey of Syahrini\' sukses digelar di Ciputra Artprenuer, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (20/9/2018) malam. Konser tunggal itu penanda sepuluh tahun Syahrini berkarier di dunia hiburan.
Syahrini membuka pertunjukkan tepat pukul 20.30 WIB dengan tiga lagu hits yang terangkum di album perdananya, \'My Lovely\'. Dengan gaun panjang berwarna emas bling-bling, Syahrini berhasil mengajak penonton bernostalgia dengan \'Bohong\', \'Tatapan Cinta\' dan \'My Lovely\'.
"Selamat malam semuanya kesayangan Incess. Terharu banget banget ya ampun, ya Allah nggak menyangka! Karena hari ini tidak menyangka Konser Jambul Khatulistiwa akhirnya diadakan. Konser ini adalah perjalanan karier saya dari 2008," sapanya dari atas pentas.
Selanjutnya, penyanyi asal Bogor, Jawa Barat ini menjelaskan awal mula terjun ke dunia tarik suara. Sesuai dengan tema konsernya \'Pertunjukkan Seni dan Tawa\', Syahrini pun mengemas kisah perjalanan kariernya itu dengan cara yang lucu, persis seperti orang sedang stand up comedy.
"Saya tahu konser ini banyak yang nyinyir. Begitu dilayangkan harga tiket Rp 25 juta, netizen langsung konser kayak apa sih Syahrini? Yah, beginilah konser saya. Penuh tawa," sambung Syahrini.
Berikutnya, Syahrini meneruskan pertunjukkan dengan menyanyikan lagu duet paling legendarisnya dengan Anang Hermansyah, yang berjudul \'Jangan Memilih Aku\'. Kali ini, ia menggandeng Rendy Pandugo sebagai teman duet.
"Perjalanan saya sekarang menuju duet saya dengan Anang Hermansyah. Dia nggak bisa hadir karena kesibukan. Sebenarnya duet saya dengan mas Anang merupakan batu loncatan karier buat mas Anang itu sendiri. Benar bukan?" kata Syahrini disambut tawa penonton.
Barulah setelahnya giliran single solonya yang dinyanyikan selepas pecah kongsi dengan Anang Hermansyah, \'Aku Tak Biasa\' dan \'Sandiwara Cinta\'.
Yang mengejutkan, Syahrini berhasil menghadirkan Najwa Shihab di panggung konsernya itu. Bukan untuk bernyanyi, Najwa Shihab tampil stand up bercerita tentang pandangannya terhadap Syahrini selama sang bintang berganti baju.
Di segmen berikutnya, Syahrini terlihat mengenakan gaun putih panjang bling-bling nan glamor dengan tiara besar berwarna senada. Kali ini, perempuan 36 tahun ini membawakan \'Semua Karena Cinta\' dan \'Cinta Tapi Gengsi\' tanpa jeda.
Di situ, Syahrini memperlihatkan headpiece terbesar di dunia yang sempat digadang-gadangkan olehnya. Headpiece tersebut berwarna putih dan diturunkan pelan-pelan dari langit-langit selama dia perform.
Setidaknya, hampir dua puluh lagu dibawakan oleh Syahrini dalam konser berdurasi 2,5 jam tersebut. Menjelang akhir pertunjukkan, ia juga mengajak Tompi dan Glenn Fredly untuk tampil berkolaborasi dengan membawakan lagu masing-masing sang divo, \'Cinta Rahasia\' dan \'Salahkah\'.
Syahrini tampak begitu total menyiapkan konser. Tata panggung, lighting, musik, pakaian hingga koreografi yang disajikan tak akan membuat penonton kebosanan.
Sebelum menutup konser, Syahrini meminta penonton berjoget bersama dengan menyanyikan single terbarunya \'Gubrak Gubrak Gubrak Jeng Jeng Jeng\'.
"Terimakasih semua. Thank you guys. I love you," tutupnya tepat pukul 23.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.