24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Ilustrasi Pasangan/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah studi dari Ipsos, institusi independen yang melakukan riset pasar menyebut pada zaman modern ini ternyata masih banyak suami yang berharap agar para istri tetap mengerjakan pekerjaan rumah.
Technical Director Ipsos Vivi Diani Utomo mengatakan lembaganya baru membuat penelitian kepada 36 keluarga di kawasan Jabodetabek.
Penelitian mereka lebih melihat kualitatif keluarga. Vivi mengatakan pendekatan penelitian yang Ipsos lakukan beragam, dari mulai pengamatan media sosial, wawancara mendalam beberapa kali, melakukan pengamatan dalam keluarga mereka.
"Hasilnya suami masih berpikir konvensional, yaitu istri berada di dapur," katanya, belum lama ini.
Vivi mengatakan para suami memang membolehkan para istri untuk berkarya dan eksis di dunia kerja. Namun sampai di rumah, hanya istrilah yang bertugas untuk mengurus urusan rumah tangga dan mengurus anak.
"Ada yang mengatakan \'Istri memang tugasnya menjadi Inem di rumah\'," kata Vivi.
Vivi juga mengaku kaget dengan hasil penelitian itu. Awalnya ia mengira bahwa para suami yang modern ini akan ikut membantu pekerjaan rumah bersama sang istri. Namun, ternyata para suami tetap berpikir bahwa ketika di rumah sang istrilah yang bertugas mengurus dapur dan anak.
"Ternyata harapan mereka masih tetap konvensional. Setelah beberapa kali pertemuan dan pengamatan baru para suami ini mengaku bahwa pekerjaan rumah itu memang tugas istri," katanya.
Menurut Vivi, para responden survei mereka setengahnya berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke atas dan setengahnya lagi berlatar ekonomi menengah ke bawah. Walau begitu, rata-rata istri di keluarga itu bekerja.
Kalaupun tidak bekerja para istri memiliki kegiatan seperti mengelola warung, atau mengelola online shop. Terbayang betapa letihnya para istri setelah selesai bekerja dan tetap saja bertanggung jawab sendiri lakukan pekerjaan rumah.
"Para istri sudah mulai berpikir untuk membantu ekonomi keluarga. Mereka memang dibolehkan berkarya, tapi mereka tetap diminta melakukan pekerjaan rumah saat ada di rumah," katanya.
Para suami yang berusia antara 30-45 tahun dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok dan Tangerang ini bahkan mengakui bahwa ketika sampai di rumah mereka tidak membantu membereskan pekerjaan rumah.
"Mereka tahu istri masih mencuci sampai jam 23.00 sepulang bekerja, namun mereka pun mengakui tidak membantu minimal mengangkat cucian atau menjemurnya. Perempuan baginya tetap di melakukan pekerjaan rumah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.