Fajar/Fikri Back to Back Juara China Open usai Menang Dramatis
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Deddy Corbuzier. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Acara yang dibawakan Deddy Corbuzier ditegur secara tertulis oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) pada Senin (13/8/2018). Deddy pun langsung memberikan tanggapan.
Teguran itu terlihat dalam akun instagram resmi milik KPI Pusat.
“Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memutuskan memberi sanksi teguran pada program siaran “Hitam Putih” karena tidak menyamarkan wajah orangtua dan nenek serta identitas pelaku pada saat dialog dengan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang menikah di usia dini. #siaransehatuntukrakyat #kpimemantau,” tulis KPI.
Melanjuti teguran tersebut menurut KPI Pusat, hal itu berpotensi membentuk stigma masyarakat dan menimbulkan dampak psikologis terhadap kedua anak tersebut.
“Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas ketentuan tentang perlindungan anak-anak dan remaja,” kata Yuliandre Darwis seperti yang dikutip Okezone dalam website resmi KPI.
Sebagai pembawa acaranya, Deddy Corbuzier pun langsung bereaksi dengan komentar yang bijak untuk segera memperbaiki kesalahan tersebut.
Di sisi lain, pria yang kini berprofesi sebagai presenter itu secara kritis langsung mempertanyakan acara lainnya yang dinilai kurang mengedukasi masyarakat.
“Segera kami perbaiki, Tapi setidaknya acara kami mungkin menjadi satu – satunya yang masih berpotensi mengedukasi masyarakat,” tulis Deddy dalam kolom komentar di instagram KPI.
Ia melanjutkan, “Bagaimana dengan joget – joget vulgar atau acara yang tidak jelas semacam settingan yang tidak mendidik? Ataukah hal itu menjadi normal saat ini?”
Menariknya, ayah satu anak itu juga menitikberatkan hastag yang digunakan oleh KPI yaitu ‘siaran sehat untuk rakyat’.
Dengan seloroh, Deddy pun bertanya kepada KPI untuk dirinya menyebut beberapa program tv yang tidak sesuai dengan hastag KPI tersebut.
“Saya juga suka kata – kata ‘siaran sehat untuk rakyat sebagai tagline. Haruskah saya menyebutkan program – program yang tidak sesuai tagline anda dan masih muncul di tv?” lanjut Deddy.
Deddy Corbuzier memang cukup vokal dalam menyuarakan acara – acara televisi yang menurutnya tidak cukup mendidik untuk masyarakat Indonesia.
Sebelumnya, melalui channel YouTube miliknya, Deddy juga mengkritik habis – habisan beberapa aktris yang ia anggap ‘alay’. Tidak lama setelahnya, pria 41 tahun inipun mendapat penghargaan atas tanggapannya mengenai tayangan di televisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses mempertahankan gelar China Open 2026 usai mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
Kredivo menghentikan sementara penagihan dan menonaktifkan debt collector usai dugaan pelanggaran penagihan di Purworejo.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.