Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Motif Batik Betawi Salakanagara/ist-Okezone
Harianjogja.com, JOGJA—Batik di Indonesia memiliki motif yang sangat banyak dan beragam yang diciptakan oleh berbagai suku di wilayah Nusantara. Salah satunya adalah batik Betawi. Ada empat motif otentik batik Betawi yang bertahan hingga saat ini. Berikut ini ulasannya.
Motif Salakanagara
Motif batik yang satu ini ternyata mengangkat tema kerajaan di tanah Batavia pertama kali sekitar tahun 130 Masehi. Pengambilan nama sendiri merujuk pada kepercayaan warga saat itu yangmenganggap Gunung Salak memiliki sebuah kekuatan yang besar.
Motif Loreng Ondel-Ondel
_5b34b2f4bed9c.jpg)
Budaya Betawi yang sudah melekat lama adalah ondel-ondel. Badut dengan tampilan khas ini pasti dijadikan ikon Jakarta. Nah, oleh karena itu, sebagai bentuk akuisisi budaya, ondel-ondel pun dimasukkan ke dalam motif batik dan terciptakan motif Loreng Ondel-ondel. Sedikit informasi, banyak warga Betawi yang memercayai bahwa penciptaan ondel-ondel pada awalnya adalah untuk penolak bala atau mengusir sesuatu yang buruk.
Motif Nusa Kelapa
_5b34b301e7e96.jpg)
Pemandangan alam sepertinya menjadi salah satu keindahan dari motif Betawi. Itu juga yang terlihat di motif Nusa Kelapa. Usut punya usut, motif ini memiliki ide desain dari Peta Ceila yang dibuat pada 1482-1521 saat pemerintahan Prabu Siliwangi.
Dari peta tersebut, diketahui bahwa Jakarta tempo dulu bernama Nusa Kelapa. Lalu, nama tersebut berubah menjadi Sunda Kelapa, diubah menjadi Jayakarta, diubah menjadi Batavia, dan akhirnya tercipta Jakarta. Nah, motif alam tersebut lah yang kemudian menggambarkan betapa Jakarta masa itu masih penuh dengan alam yang indah pun gunung dan sawah yang terhampar luas. Keren, ya!
Motif Rasamala
.jpg)
Motif ini ternyata penggambaran Belanda saat nasuk ke wilayah Sunda Kelapa. Pada saat itu, daerah Sunda Kelapa masih berupa hutan belantara yang dipenuhi dengan pohon jenis Rasamala. Banyak orang Betawi kala itu yang menganggap pohon tersebut keramat karena baunya yang khas dan batangnya bisa dijadikan setanggi atau kemenyan berbau wangi. Karena itu, muncullah motif Rasamala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.